Cesc Fabregas Kasihan Lihat Akhir Karir Andres Iniesta

Cesc Fabregas tak tahan dan merasa kasihan melihat akhir karir Andres Iniesta di Timnas Spanyol dalam Piala Dunia 2018. Ia juga ikut kritik cara bermain Timnas Rusia dalam pertandingan tersebut.
Berita Terkini - Cesc Fabregas tak tahan dan merasa kasihan melihat akhir karir Andres Iniesta di Timnas Spanyol dalam Piala Dunia 2018. Ia juga ikut kritik cara bermain Timnas Rusia dalam pertandingan tersebut.

Gilabola.com – Cesc Fabregas tak tahan dan merasa kasihan melihat akhir karir Andres Iniesta di Timnas Spanyol dalam Piala Dunia 2018. Ia juga ikut kritik cara bermain Timnas Rusia dalam pertandingan tersebut.

Pertandingan lawan Rusia itu memang sekalian menjadi pertandingan terakhir bagi Andres Iniesta. Setelah turnamen Piala Dunia 2018 di Rusia kali ini, ia pensiun. Sadar sudah berusia 33 tahun, sulit baginya untuk ikut serta di Piala Dunia 2022 mendatang.

Cesc Fabregas lantas merasa bahwa partai terakhir pemain veteran itu bersama Timnas Spanyol tidak seharusnya berakhir tanpa gelar juara. Fabregas merasa Iniesta layak mendapat hasil lebih baik dari sekedar kalah adu penalti.

“Andres Iniesta sama sekali tidak pantas tersingkir seperti ini! Tersingkir dalam apa yang bisa jadi pertandingan terakhirnya untuk Spanyol,” ujar Cesc Fabregas dengan sedih.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Gelandang asal Spanyol itu lantas sekalian menuding jika pihak Rusia hanya memiliki satu rencana saja saat melawan La Furia Roja. Rencana itu hanya masuk babak adu penalti dan hanya mengandalkan doa saja.

Timnas Spanyol sendiri harus diakui bisa tampil dominan dalam penguasaan bola saat berduel lawan Rusia di babak 16 besar Piala Dunia 2018, Minggu (01/07). Persentasenya mencapai 79% berbanding 21%. Namun penguasaan bola bukan segala-galanya jika kurang beruntung.

Rusia tak bisa berbuat banyak menghadapi taktik Tiki-Taka skuad Fernando Hierro yang kali ini lebih dipakai untuk bertahan daripada menyerang. Sepanjang laga, mereka hanya bisa melepas tujuh tembakan, dan cuma satu yang mengarah tepat sasaran gawang lawan.

Rusia pada akhirnya bisa juga mencetak gol melalui eksekusi penalti Artem Dyuba pada menit 41. Laga di waktu normal berakhir imbang 1-1. Kemudian setelah tak ada gol di babak extra time, maka kedua tim harus menjalani adu penalti yang mendebarkan.

Spanyol akhirnya gagal setelah penalti Koke dan Iago Aspas digagalkan Igor Akinfeev. Kekalahan ini membuat Fabregas tak bisa tenang.

“Entahlah. Saya sudah tidak bisa berkata apa-apa karena saya mengharapkan pertandingan yang berbeda hari ini. Saya pikir Spanyol adalah tim yang jauh lebih baik dari Rusia,” tegasnya melalui BBC.

“Mereka (Timnas Rusia) punya rencana hanya untuk masuk ke babak adu penalti dan berdoa saja, dan itu membuahkan hasil bagi mereka,” pungkasnya dengan kesal.