Didier Deschamps Tak Pernah Ingin Mundur Dari Jabatannya

Didier Deschamps bersikeras dia tidak pernah ingin mundur dari jabatannya sebagai pelatih Prancis sebelum meraih gelar kedua di ajang Piala Dunia.
Berita Terkini - Didier Deschamps bersikeras dia tidak pernah ingin mundur dari jabatannya sebagai pelatih Prancis sebelum meraih gelar kedua di ajang Piala Dunia.

Gilabola.com – Didier Deschamps bersikeras dia tidak pernah ingin mundur dari jabatannya sebagai pelatih Prancis sebelum meraih gelar kedua di ajang Piala Dunia.

Deschamps berada di bawah tekanan sebelum kemenangan Prancis di Rusia, dengan banyak orang berpendapat dia bukan orang yang tepat untuk mendapatkan yang terbaik dari para pemain di negara itu.

Sebagian besar kritik terfokus pada taktik dan pendekatan Deschamps yang agak pragmatis, kendati memiliki sekelompok penyerang tajam yang hampir tak tertandingi di sepakbola internasional.

Menjelang Piala Dunia 2018, Deschamps harus bersaing dengan laporan yang mengaitkan pelatih lain – yaitu Zinedine Zidane – sebagai penggantinya.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Kini dia menegaskan dia tidak pernah punya rencana untuk mundur dari jabatan pelatih Les Bleus dengan kemauannya sendiri karena rasa terima kasihnya kepada Presiden Federasi Sepakbola Prancis (FFF) Noel Le Graet.

“Saya tidak berpikir untuk mundur karena dua alasan,” katanya kepada TF1. “Pertama, saya adalah seseorang yang memegang komitmen dan memastikan saya mencapai tujuan yang ditetapkan untuk saya.”

“Kedua, yang juga penting bagi saya, adalah masalah kepercayaan dan rasa hormat untuk presiden (FFF) saya. Dari saat pertama dia mengandalkan saya sampai 2020, [jadi] saya takkan mengundurkan diri.”

Deschamps dan Prancis mendapat kritik tajam dari beberapa pemain Belgia setelah kemenangan Les Bleus atas skuad asuhan Roberto Martinez itu pada babak semifinal Piala Dunia.

Thibaut Courtois dan Kevin De Bruyne sangat tidak senang dengan gaya bermain Prancis yang memilih bertahan dan bukan bermain sepak bola, tetapi Deschamps tidak menganggap tanggan mereka sebagai mengejutkan mengingat kekecewaan mereka pada kekalahan itu.

“Ketika Anda seorang pemain top, Anda baru saja mengalami kekecewaan besar, Anda telah tersingkir, saya dapat memahami bahwa mereka tidak memiliki perspektif diperlukan,” tambah Deschamps. “Mereka tidak menyadari lingkup kata-kata mereka. [Main bertahan] Itu bagian dari olahraga.”