Gareth Southgate: Ruang Ganti Timnas Inggris Kini Sepi

Gareth Southgate akui ruang ganti Timnas Inggris kini sepi setelah kalah dari Timnas Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018. Tapi, ia tetap bangga dengan para pemain mudanya yang diyakini akan makin tangguh di masa datang.
Berita Terkini - Gareth Southgate akui ruang ganti Timnas Inggris kini sepi setelah kalah dari Timnas Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018. Tapi, ia tetap bangga dengan para pemain mudanya yang diyakini akan makin tangguh di masa datang.

Berita Terbaru – Usai dikalahkan Timnas Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018, pelatih Gareth Southgate akui ruang ganti Timnas Inggris kini berubah ‘sepi’.

Namun, setelah alami kekalahan dari Timnas Kroasia yang begitu menyakitkan, Gareth Southgate mengaku tak perlu jauh-jauh untuk mencari banyak hal positif dari skuad Timnas Inggris asuhannya.

Gareth Southgate bersikeras timnya telah mengubah persepsi sepakbola Inggris dalam perjalanan mereka ke semifinal Piala Dunia 2018 ini, dengan menampilkan kemampuan bermain dan juga ‘kemampuan menyerang’ para pelatihnya.

Skuad muda Timnas Inggris yang bersemangat telah menemukan jati diri, bahwa mengenakan jersey Timnas Inggris tidak melulu tentang ‘kesengsaraan dan penyesalan serta hadapi berbagai tuduhan’.

Dan mungkin yang paling menggembirakan adalah, kenyataan bahwa untuk pertama kalinya sejak era Sir Alf Ramsey, Inggris berhasil mencapai semifinal dengan seorang manajer yang bertahan untuk membangun prestasi.

Bobby Robson masuk ke Piala Dunia 1990 setelah setuju untuk bergabung dengan PSV Eindhoven, sementara Euro 96 menjadi satu-satunya pengalaman turnamen Terry Venables.

Kali ini, Southgate tidak akan ke mana-mana. Dia seorang manajer dengan rencana permainan dan pengetahuan mendalam tentang kekayaan bakat para pemain Inggris di seluruh kelompok usia.

Namun setelah saksikan skuadnya berlaga melawan Kroasia, dia tentunya tak terlalu naif untuk berpikir bahwa Inggris tidak perlu perbaikan signifikan untuk melangkah lebih jauh di Euro 2020 mendatang – sebuah turnamen di mana mereka mungkin akan mainkan banyak pertandingan di Wembley.

“Kami punya satu dari dua jalur untuk turun. Ini momen harapan yang langka dan kita tenggelam lagi, atau kita membangun seperti yang dilakukan Jerman pada tahun 2010 lalu,” tandas Southgate.

“Kami ingin berada di semi final dan final, kami telah tunjukkan kepada diri sendiri bahwa itu bisa terjadi. Para pemain ini akan menjadi lebih baik dalam beberapa tahun mendatang. Ada beberapa pertandingan besar, dan Anda harus menjalaninya untuk tahu bagaimana bereaksi pada momen yang tepat,” tambahnya.

Southgate juga akui, kekalahan timnya dari Timnas Kroasia telah menjadi pelajaran yang kejam. Tapi, ia juga tetap mengakui ada begitu banyak hal penting yang telah dilewati skuadnya.

“Kami punya banyak pemain muda yang bagus. Kami telah berhasil di level remaja. Beberapa pekan terakhir telah menunjukkan kepada semua orang apa yang mungkin – dan kami harus menggunakannya sebagai batu loncatan untuk secara konsisten mencapai tahap terakhir turnamen,” tegas Southgate.

Advertisement