Site icon Gilabola.com

Hanya 500 Ribu Jiwa, Tanjung Verde Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia Tanpa Kemenangan

Tanjung Verde Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026

Tak banyak yang memperkirakan perjalanan Tanjung Verde akan berlangsung sejauh ini. Namun negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika itu sukses menciptakan salah satu kisah paling mengejutkan di Piala Dunia.

Hasil imbang 0-0 melawan Arab Saudi pada Jumat malam memastikan Tanjung Verde melangkah ke babak 32 besar. Mereka menjadi negara dengan jumlah penduduk paling sedikit yang pernah lolos ke fase gugur Piala Dunia.

Tiga Kali Imbang, Cukup Antar ke Babak Gugur

Tanjung Verde menjalani debutnya di ajang sepak bola paling bergengsi dunia dengan cara yang tak biasa. Mereka membuka turnamen dengan menahan imbang juara dunia 2010, Spanyol, tanpa gol.

Setelah itu, Blue Sharks bangkit dari ketertinggalan untuk memaksakan hasil 2-2 saat menghadapi Uruguay.

Laga terakhir kontra Arab Saudi kembali berakhir imbang 0-0. Tiga hasil seri tersebut membuat Tanjung Verde mengoleksi tiga poin dan finis di posisi kedua Grup, di belakang Spanyol yang mengalahkan Uruguay untuk keluar sebagai juara grup.

Di babak 32 besar, Tanjung Verde sudah ditunggu juara bertahan, Argentina, dalam pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Miami pada 3 Juli.

Meski tiga hasil imbang tidak selalu menjamin tiket ke fase gugur dalam turnamen besar, kali ini hasil tersebut cukup membawa Tanjung Verde menorehkan sejarah.

Kiper Veteran Jadi Tembok Kokoh

Salah satu sosok penting di balik keberhasilan Tanjung Verde adalah penjaga gawang berusia 40 tahun, Vozinha.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Ia kembali tampil gemilang saat menghadapi Arab Saudi. Menjelang turun minum, Vozinha menggagalkan sundulan Mohamed Kanno untuk menjaga gawangnya tetap aman.

Penyelamatan penting kembali dibuatnya pada menit ke-66 ketika menepis peluang Mohammed Abu Al-Shamat. Saat pertandingan memasuki masa injury time, ia kembali menjadi penyelamat lewat aksi menghentikan tembakan Abdullah Al-Hamdan pada menit ke-92.

Penampilan impresif Vozinha sepanjang turnamen juga membuat popularitasnya melonjak dengan lebih dari 16 juta pengikut di Instagram.

Sebelum pertandingan, pelatih Bubista sempat mengatakan bahwa setiap orang berhak bermimpi dan tidak ada yang mustahil.

Ucapan itu kini menjadi kenyataan. Negara yang hanya memiliki sedikit lebih dari 500 ribu penduduk tersebut berhasil mengubah status underdog menjadi salah satu cerita paling inspiratif di Piala Dunia.

Tanjung Verde membuktikan bahwa ukuran sebuah negara tidak selalu menentukan prestasi di lapangan.

Mereka memang belum meraih satu kemenangan pun di fase grup, tetapi disiplin bertahan, mental kuat, dan penampilan luar biasa Vozinha menjadi modal yang cukup untuk menulis sejarah.

Kini tantangan sesungguhnya menanti saat harus menghadapi Argentina, namun apa pun hasilnya nanti, perjalanan Tanjung Verde sudah menjadi salah satu kisah paling berkesan di turnamen ini.

Hmmm, jadi ingat negara besar dengan penduduk 280 juta jiwa nih.

Exit mobile version