Swiss harus puas membawa pulang satu poin setelah kemenangan yang sudah berada di depan mata buyar pada laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Nati itu ditahan Qatar dengan skor 1-1 lewat gol yang tercipta jauh di masa injury time.
Hasil ini terasa menyakitkan bagi Swiss. Mereka menguasai hampir seluruh jalannya pertandingan, tetapi gagal mengubah dominasi menjadi kemenangan.
Embolo Bawa Swiss Unggul Lebih Dulu
Swiss membuka keunggulan pada menit ke-17 melalui Breel Embolo. Penyerang tersebut sukses menjalankan tugasnya dari titik penalti setelah kiper Qatar, Mahmoud Abunada, melakukan pelanggaran ceroboh di area terlarang.
Gol itu membuat Swiss semakin nyaman mengendalikan permainan. Mereka terus menekan pertahanan Qatar dan lebih sering menguasai bola sepanjang pertandingan.
Angka statistik menunjukkan betapa dominannya Swiss. Mereka mencatatkan 78 persen penguasaan bola serta melepaskan 20 tembakan ke arah gawang lawan.
Namun satu masalah terus menghantui. Penyelesaian akhir.
Qatar Bertahan dan Menunggu Kesempatan
Di tengah tekanan yang terus datang, Qatar tetap bertahan dengan disiplin. Wakil Asia itu kesulitan mengembangkan permainan, tetapi tidak pernah benar-benar menyerah.
Swiss sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk mengunci kemenangan lebih cepat. Sayangnya, kesempatan demi kesempatan gagal dimaksimalkan.
Kondisi tersebut akhirnya memberi harapan bagi Qatar hingga menit-menit terakhir pertandingan.
Gol Khoukhi Hancurkan Mimpi Swiss
Saat laga tampak akan berakhir dengan kemenangan Swiss, Qatar memberikan pukulan telak.
Boualem Khoukhi muncul sebagai penyelamat timnya lewat gol dramatis pada masa tambahan waktu. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 dan sekaligus membungkam harapan Swiss meraih tiga poin penuh di pertandingan pertama mereka.
Peluit akhir pun memastikan kedua tim harus berbagi angka dalam salah satu hasil paling dramatis pada fase grup sejauh ini.
Analisis Gilabola.com
Swiss pantas menyesali hasil ini. Menguasai 78 persen bola dan menciptakan 20 tembakan seharusnya cukup untuk mengamankan kemenangan.
Ketika sebuah tim gagal memanfaatkan dominasi sebesar itu, risiko dihukum pada menit-menit akhir selalu ada.
Qatar mungkin tidak banyak menguasai pertandingan, tetapi mereka menunjukkan mental yang kuat dengan terus percaya hingga detik terakhir.

