Swedia vs Swiss: Rossocrociati Gagal Membuat Sejarah

Timnas Swiss kembali kecewa usai dikalahkan Swedia di babak 16 besar Piala Dunia 2018, setelah sebelumnya alami nasib sama di Euro 2016.
Berita Terkini - Timnas Swiss kembali kecewa usai dikalahkan Swedia di babak 16 besar Piala Dunia 2018, setelah sebelumnya alami nasib sama di Euro 2016.

Gilabola.com – Timnas Swiss menelan pil pahit karena alami kekalahan sekali lagi, usai tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Kali ini, Swiss kalah 0-1 dari Swedia.

Selasa (3/7) malam kemarin terasa sangat mengecewakan bagi Swiss, karena mereka hanya kebobolan satu gol pada sebuah pertandingan yang tampaknya akan mereka menangkan.

Swiss alami kekecewaan yang sama di tahap yang sama pada Piala Dunia 2014, ketika mereka berhasil bertahan dari serangan Argentina selama 118 menit, sebelum akhirnya pertandingan itu direnggut dari mereka pada menit kedua sebelum extra time usai.

Skuad asuhan Vladimir Petkovic juga alami hal sama pada Euro 2016 di Perancis, saat mereka kalah tipis dari Polandia lewat adu penalti. “Ini semua sangat mengecewakan, karena kami sangat ingin mencapai perempat final,” kata kiper Swiss, Yann Sommer.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Kadang-kadang ada hal-hal kecil yang menentukan pertandingan. Kami tidak memiliki kilasan inspirasi yang kami butuhkan untuk menang. Ini sangat mengecewakan, dan butuh beberapa hari bagi kami untuk menerima kekalahan ini,” tambahnya.

Pertemuan itu memberi Swiss peluang signifikan untuk membuat sejarah. Swiss belum pernah mencapai babak perempat final Piala Dunia sejak 1954, dan belum pernah memenangkan pertandingan di babak sistem gugur dalam kompetisi apapun sejak 1938 – sebuah catatan yang tidak menyenangkan yang akan berlanjut selama setidaknya dua tahun ke depan sebelum Euro 2020.

“Sulit untuk menerima kekalahan ini. Kami sudah tersingkir dari babak 16 besar untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Tetapi kami akan mencoba lagi. Kami akan selalu melakukannya,” tandas bek Swiss, Johan Djourou.