Site icon Gilabola.com

Yordania Gagal Pertahankan Keunggulan, Gol Telat Gouiri Antar Aljazair Menang

Hasil Yordania vs Aljazair - Piala Dunia 2026

Harapan Yordania untuk menjaga peluang lolos dari Grup J Piala Dunia 2026 pupus setelah gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Aljazair. Sempat memimpin lebih dulu, mereka akhirnya menyerah 1-2 dalam laga yang berlangsung di San Francisco Bay Area Stadium, Santa Clara, Senin WIB.

Hasil ini menempatkan Aljazair dalam posisi yang jauh lebih baik untuk melangkah ke babak berikutnya. Sebaliknya, Yordania dipastikan tersingkir bahkan sebelum menjalani pertandingan terakhir grup melawan Argentina yang sudah mengunci status juara grup.

Yordania sebenarnya memainkan babak pertama yang nyaris sempurna. Mereka mampu memaksimalkan peluang yang didapat dan membuat Aljazair frustrasi. Namun perbedaan pengalaman di level tertinggi akhirnya terlihat setelah jeda.

Masuknya Benbouali mengubah dinamika pertandingan, sementara Mahrez menunjukkan kualitasnya sebagai pemain senior yang mampu menentukan arah laga meski tidak mencetak gol. Ketika Yordania mulai kehilangan kendali atas tempo permainan, Aljazair terus menambah tekanan hingga gol kedua akhirnya datang.

Kemenangan ini terasa layak didapat Aljazair karena dominasi mereka di babak kedua begitu jelas.

Yordania Sempat Membuat Kejutan

Aljazair datang ke pertandingan ini setelah kalah pada laga pembuka. Namun justru Yordania yang lebih dulu mencuri perhatian.

Nizar Al Rashdan membawa timnya unggul pada menit ke-36 lewat gol internasional kelimanya. Keunggulan itu menjadi modal berharga setelah Yordania tampil cukup efektif meski tidak banyak menguasai bola sepanjang babak pertama.

Aljazair sebenarnya beberapa kali mengancam. Riyad Mahrez juga sempat mendapatkan peluang emas, tetapi gagal memanfaatkannya menjadi gol.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Skor 1-0 untuk Yordania bertahan hingga turun minum.

Mahrez Memimpin Kebangkitan Aljazair

Situasi berubah drastis selepas jeda.

Aljazair meningkatkan intensitas serangan dan terus menekan pertahanan Yordania. Dominasi mereka terlihat jelas sepanjang babak kedua.

Titik balik datang pada menit ke-69. Mahrez mengirim sepak pojok akurat yang disambut tandukan pemain pengganti Nadhir Benbouali.

Kiper Yordania, Yazeed Abulaila, berada dalam posisi kurang ideal saat bola datang. Benbouali pun sukses mengarahkan sundulannya ke sudut kiri gawang untuk menyamakan skor menjadi 1-1.

Gol tersebut membuat momentum sepenuhnya berpindah ke kubu Aljazair.

Gol Gouiri Pastikan Comeback Bersejarah

Tekanan Aljazair akhirnya membuahkan hasil lagi pada menit ke-82.

Berawal dari situasi bola mati yang gagal diantisipasi dengan baik oleh lini belakang Yordania, Amine Gouiri menyambar bola dari jarak dekat dan mengirimnya ke dalam gawang.

Gol itu sempat diperiksa melalui VAR karena dugaan offside. Namun setelah pengecekan selesai, gol dinyatakan sah dan Aljazair berbalik unggul 2-1.

Yordania masih memiliki tujuh menit tambahan waktu untuk mencari gol balasan. Namun upaya mereka tak membuahkan hasil hingga peluit panjang dibunyikan.

Kekalahan tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan Yordania menjadi tujuh pertandingan beruntun.

Mahrez Cetak Rekor Baru

Selain berperan besar dalam kebangkitan timnya, Riyad Mahrez juga mencatat sejarah pribadi.

Pada usia 35 tahun 121 hari, ia menjadi pemain tertua yang pernah menjadi starter untuk Aljazair dalam pertandingan Piala Dunia.

Menariknya, ini baru menjadi penampilan starter keduanya di turnamen tersebut setelah sebelumnya tampil sejak menit awal saat menghadapi Belgia pada edisi 2014.

Mahrez juga memimpin statistik pertandingan dengan tiga peluang yang diciptakan serta tujuh umpan silang.

Kebangkitan Aljazair ini juga memutus rekor buruk yang cukup panjang. Dalam 10 pertandingan Piala Dunia sebelumnya ketika kebobolan lebih dulu, mereka tidak pernah mampu membalikkan keadaan menjadi kemenangan.

Kini catatan itu resmi berakhir.

Gol kemenangan Gouiri pada menit ke-82 juga tercatat sebagai gol kemenangan paling akhir yang pernah dicetak Aljazair dalam waktu normal pertandingan Piala Dunia.

Sementara bagi Yordania, ada sedikit catatan positif di tengah kekecewaan. Mereka menjadi tim pertama yang mampu mencetak gol dalam dua laga pertama Piala Dunia sejak Pantai Gading melakukannya pada 2006.

Exit mobile version