Inggris Hadapi Uruguay Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Berita Bola, Piala Dunia
Gilabola.com - Estadio Centenario, Montevideo, Uruguay, tempat Piala Dunia pertama kali digelar pada 1930 silam, dan kemungkinan besar akan jadi tuan rumah di Piala Dunia 2030 - tepat 100 tahun peringatan ajang tersebut.

Gilabola.com – Inggris harus hadapi persaingan cukup berat dan mungkin sulit dikalahkan, saat mereka melamar untuk jadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Pasalnya, Uruguay pun telah ajukan diri untuk jadi penyelenggara event empat tahunan tersebut.

Yang berikutnya, tentu saja, Piala Dunia akan digelar di Qatar. Lalu, pada 2026 mendatang, turnamen itu akan menuju Amerika Utara, yakni digelar di tiga negara berbeda: Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.

Selama ini, tidak pernah ada tiga ajang Piala Dunia digelar di luar Eropa secara berturut-turut – dan sulit untuk memikirkan negara mana di benua biru yang mungkin berada di depan Inggris dalam antrian tuan rumah Piala Dunia selanjutnya.

Meski demikian, Inggris kemungkinan akan mendapat saingan berat saat mereka berambisi menjadi penyelenggara pesta sepakbola dunia tersebut. Pasalnya, satu tangan ada di Afrika Utara, setelah Maroko mengajukan diri untuk jadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Benua Afrika memag baru satu kali selenggarakan turnamen itu, yakni pada tahun 2010, dan ide bahwa event itu akan kembali digelar di Afrika pun dirasakan menjadi sesuatu yang sangat menarik.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Tapi, sudah terbetik ide – yang diwarnai tarikan emosional yang lebih kuat, bahwa 100 tahun Piala Dunia akan digelar di Uruguay, Argentina dan Paraguay.

Alasannya, turnamen ini dimainkan untuk pertama kalinya pada tahun 1930 silam di Uruguay. Ada niat untuk kembali menggelar turnamen itu di tempat kelahirannya di Uruguay, dan hal itu diyakini memiliki daya tarik yang sangat besar. Ini terlepas bahwa Uruguay hanyalah sebuah negara kecil yang hanya memiliki satu kota besar, yakni Montevideo.

Sejauh ini diketahui, tak mungkin Uruguay berpikir untuk selenggarakan ajang Piala Dunia modern sendirian. Jadi, karena itulah, Uruguay akan bekerja sama dengan negara tetangga yang jauh lebih besar, seperti Argentina – yang diperkirakan bisa membantu sebagian besar turnamen, dan Paraguay yang juga bisa terlibat untuk menambahkan sedikit pengaruh diplomatik.

Tawaran inipun sudah aktif dan berjalan. Uruguay, Argentina dan Paraguay sudah mendapat dukungan dari Presiden FIFA, Gianni Infantino. Mereka juga gencar lakukan lobi selama Piala Dunia 2018 di Rusia baru-baru ini. Mereka bergerak jauh lebih cepat dibandingkan saingan potensial mereka, termasuk Inggris.

Amerika Selatan juga telah memanfaatkan tipu muslihat lain untuk mendorong keuntungan mereka dalam hal ini. Biasanya keputusan ini akan diambil delapan tahun sebelumnya – seperti Piala Dunia 2026 misalnya, diberikan kepada Amerika Utara dalam Kongres FIFA di Rusia di sela-sela gelaran Piala Dunia 2018.

Kini Uruguay, Argentina dan Paraguay mendorong agar keputusan serupa mengenai tuan rumah Piala Dunia 2030 dibuat lebih awal.

Sejauh ini, ada kemungkinan rencana menggelar Piala Dunia dua kali berturut-turut di benua Amerika akan ditentang anggota FIFA. Apalagi jarak antara Mexico City dan Buenos Aires lebih jauh dibandingkan jarak yang memisahkan London dari sejumlah kota di India.

Tapi, gagasan FIFA untuk rayakan ulang tahun ke-100 Piala Dunia terlihat begitu kuat, sehingga Inggris kemungkinan akan disarankan untuk menahan obsesi mereka jadi tuan rumah Piala Dunia 2030.