Site icon Gilabola.com

Inggris Tak Mau Judi Nasib, Pickford Persiapan Khusus Jelang Lawan RD Kongo

Jordan Pickford kiper Timnas Inggris

Timnas Inggris tak hanya mempersiapkan diri untuk mengalahkan RD Kongo dalam waktu normal. Skenario pertandingan hingga adu penalti juga sudah masuk dalam agenda latihan skuad asuhan Thomas Tuchel menjelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026.

The Three Lions akan menghadapi RD Kongo di Atlanta pada Rabu pukul 23.00 WIB. Pertandingan tersebut menjadi langkah awal Inggris di fase gugur, di mana pemenang harus ditentukan meski laga berlangsung hingga 120 menit.

Pickford: Inggris Siap Jika Laga Berlanjut ke Adu Penalti

Kiper utama Inggris, Jordan Pickford, menegaskan seluruh pemain telah menjalani persiapan menghadapi berbagai kemungkinan.

Menurut penjaga gawang Everton itu, target utama Inggris tetap menyelesaikan pertandingan dalam waktu 90 menit. Namun bila pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan hingga adu penalti, timnya merasa siap.

“Anda harus siap menghadapi apa pun. Sekarang ini sepak bola fase gugur dan apa saja bisa terjadi,” kata Pickford.

“Bagi kami, tentu ingin menang dalam 90 menit. Tetapi jika harus bermain 120 menit atau ditentukan lewat adu penalti, kami sudah siap. Kami telah menjalani seluruh latihan dan siap menghadapi pertandingan.”

Pickford bukan sosok asing dalam situasi seperti ini. Ia menjadi kiper Inggris saat memenangkan adu penalti melawan Kolombia pada babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Thomas Tuchel Akui Tekanan Penalti Sulit Disimulasikan

Thomas Tuchel mengakui latihan penalti memiliki keterbatasan. Menurutnya, tekanan psikologis saat adu penalti di pertandingan resmi hampir mustahil ditiru dalam sesi latihan.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Pelatih Inggris itu mencontohkan pengalaman mantan penyerang Prancis, Thierry Henry, yang pernah mengaku bahkan tidak mengingat momen berjalan dari garis tengah menuju titik penalti dalam adu penalti bersama negaranya.

Meski begitu, Tuchel menilai eksekusi tetap bisa diasah melalui latihan yang dilakukan secara berulang.

“Kami memiliki program khusus dan menjalankannya secara detail. Ini adalah bagian penting sekaligus sangat spesifik dalam sepak bola, terutama pada pertandingan fase gugur,” ujar Tuchel.

“Para pemain memahami prosesnya dan kami sudah mempersiapkan diri semaksimal mungkin.”

Belajar dari Laga Jerman dan Belanda

Persiapan Inggris semakin matang setelah skuad menyaksikan dua pertandingan babak gugur sehari sebelumnya dari markas mereka di Kansas City.

Dalam laga tersebut, Jerman tersingkir lewat adu penalti dari Paraguay, sementara Belanda juga gagal melaju setelah dikalahkan Maroko melalui drama yang sama.

Pickford mengaku memperhatikan jalannya kedua adu penalti tersebut, termasuk aksi kiper Maroko, Bounou.

“Kalau para penendang gagal mencetak gol, itu kabar baik untuk para kiper,” ujar Pickford.

“Setiap penjaga gawang punya rutinitas dan persiapannya sendiri. Anda melihat penyelamatan Bounou semalam, caranya berbeda dan dia mampu memengaruhi lawan. Begitulah sepak bola. Semua orang punya pendekatan masing-masing.”

Ia kembali menegaskan bahwa faktor terpenting dalam adu penalti tetap berada pada kemampuan mengeksekusi di bawah tekanan tinggi, sesuatu yang menurutnya telah dipersiapkan Inggris.

Opini Gilabola.com

Fase gugur Piala Dunia sering kali ditentukan oleh detail kecil, dan pengalaman Jordan Pickford dalam situasi bertekanan bisa menjadi modal penting bagi Inggris.

Persiapan memang tidak menjamin kemenangan, tetapi tim yang memiliki prosedur jelas biasanya lebih siap menghadapi momen-momen penentu dibanding hanya mengandalkan keberuntungan.

Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di Gilabola.com.
Exit mobile version