Insiden Kalulu di Derby d’Italia Bisa Ubah Aturan VAR untuk Piala Dunia 2026

Laga Derby d’Italia yang dimenangi Inter Milan dengan skor 3-2 atas Si Nyonya Tua memunculkan dampak yang lebih luas dari sekadar hasil pertandingan. Kontroversi kartu merah Pierre Kalulu disebut-sebut bisa mendorong perubahan aturan Video Assistant Referee atau VAR menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, International Football Association Board atau IFAB akan meninjau ulang aturan yang saat ini tidak mengizinkan VAR mengintervensi keputusan kartu kuning kedua. Evaluasi tersebut akan dibahas dalam sidang tahunan IFAB di Cardiff, Wales, pada 28 Februari mendatang.

Kronologi Kontroversi di Derby d’Italia

Inter memastikan kemenangan 3-2 lewat gol bunuh diri Andrea Cambiaso serta aksi individu Pio Esposito dan Piotr Zielinski. Namun sorotan utama justru tertuju pada keputusan wasit Federico La Penna di babak pertama.

Pierre Kalulu diusir keluar lapangan pada menit ke-42 setelah menerima kartu kuning kedua. Kartu pertama diberikan akibat pelanggaran terhadap Nicolo Barella. Sejumlah media di Italia menilai keputusan itu cukup keras.

Masalah utama muncul pada kartu kuning kedua. Beberapa surat kabar Italia menyebut pelanggaran tersebut sebagai keputusan yang “tidak ada” dan “absurd”. Dalam situasi itu, Alessandro Bastoni dianggap melakukan aksi jatuh yang dinilai sebagai upaya untuk memancing kartu bagi Kalulu.

La Penna tidak ragu mengeluarkan kartu kuning kedua. Karena insiden tersebut bukan kartu merah langsung, VAR tidak memiliki kewenangan untuk melakukan peninjauan ulang berdasarkan regulasi yang berlaku saat ini.

IFAB Siap Bahas Perubahan Regulasi

La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa isu intervensi VAR terhadap kartu kuning kedua sebenarnya sudah sempat diangkat dalam pertemuan IFAB pada 20 Januari lalu. Topik itu akan kembali dibahas dalam pertemuan tahunan akhir Februari.

IFAB merupakan badan yang bertanggung jawab mengatur serta memperbarui Laws of the Game. Sinyal yang berkembang di Italia menunjukkan bahwa IFAB cenderung menyetujui perluasan kewenangan VAR agar bisa meninjau insiden kartu kuning kedua.

Jika disahkan, perubahan aturan tersebut berpotensi berlaku tepat waktu untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Dampak untuk Kompetisi Internasional

Perubahan ini akan menjadi salah satu revisi terbesar dalam penggunaan VAR sejak teknologi tersebut diterapkan secara luas. Selama ini, VAR hanya dapat mengintervensi dalam situasi gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain.

Kasus di Derby d’Italia memperlihatkan celah regulasi yang bisa berdampak besar pada jalannya pertandingan. Jika kewenangan VAR diperluas, keputusan pengusiran akibat dua kartu kuning akan memiliki mekanisme pengawasan tambahan, terutama dalam laga besar yang berimplikasi tinggi.

Keputusan final akan ditentukan dalam sidang IFAB di Cardiff pada 28 Februari. Bila disetujui, publik sepak bola dunia kemungkinan akan melihat aturan baru tersebut diterapkan pada Piala Dunia 2026.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!