Italia Terancam Jadi Penonton di Piala Dunia Setelah Jadi Tim Tandang Untuk Potensi Final di Portugal

Italia berpotensi besar menjadi penonton pada Piala Dunia 2022 setelah hasil drawing babak play-off zona Eropa menjadikan mereka tim tandang pada potensi final di kandang Portugal.

Ada dua macam drawing di acara di markas FIFA di Swiss ini. Pertama Italia dipertemukan dengan Makedonia Utara, tim urutan 67 dunia pada daftar ranking FIFA pada babak semifinal Path C. Namun, jika Jorginho dan kawan-kawan lolos dari hadangan Makedonia Utara itu di partai semifinal mereka harus menghadapi Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan yang berlaga pada semifinal lainnya di Jalur C, melawan Turki.

Diasumsikan kedua juara Eropa 2020 dan 2016 itu sama-sama menang maka keduanya akan bertemu pada final Path C dengan hasil drawing tadi malam menentukan Selecao sebagai tuan rumah final.

Hal ini merupakan hasil drawing babak play-off kualifikasi Piala Dunia zona Eropa yang dilangsungkan pada Jumat 26 November 2021 sore hari waktu Swiss di markas besar organisasi FIFA tersebut, Jumat jelang tengah malam waktu Indonesia.

Italia Tersingkir Pada Play-off Piala Dunia 2018

Advertisement
SUPERITC SLOT
SUPERITC SLOT

Ini merupakan kali kedua bagi Azzurri bermain di babak play-off setelah mereka tersingkir dari Piala Dunia 2018 Rusia usai kalah 1-0 agregat dari Swedia dalam dua leg.

Laga-laga play-off kali ini akan berlangsung pada 24 sampai 29 Maret 2022 dengan hasil drawing menempatkan 12 tim itu pada tiga jalur berbeda, masing-masing terdiri dari empat tim. Setiap dua tim akan bertanding pada babak semifinal, dengan pemenang bertemu pada final, guna menghasilkan satu pemenang yang mendapatkan tiket langsung ke Qatar.

Bagaimana ceritanya sang juara Eropa sampai mengikuti jalan sulit babak play-off?

Skuad Roberto Mancini terpaksa menjalani babak play-off yang berpotensi menyulitkan ini setelah hanya finish pada urutan kedua Grup C kualifikasi zona Eropa yang selesai pada 15 November 2021 lalu. Gli Azzurri mengumpulkan nilai 16 saja, kalah banyak dari Xherdan Shaqiri dan kawan-kawan dari timnas Swiss yang memiliki 18 poin. Tim lain peserta Grup C ini adalah Irlandia Utara, Bulgaria, dan Lithuania.

Dunia terasa tidak adil bagi Italia karena mereka sama sekali tidak tampil buruk. Hanya kalah efisien dari Swiss. Azzurri sekali tidak pernah kalah dalam delapan pertandingan penyisihan grup zona Eropa itu, tapi mencatatkan terlalu banyak hasil imbang. Empat kali draw, selain empat kemenangan. Selisih golnya juga lumayan baik, 13 memasukkan dan Gianluigi Donnarumma hanya mengizinkan dua gol masuk ke sarangnya, 1-1 saat menjamu Swiss pada 12 November 2021, selain skor 1-1 melawan Bulgaria pada 2 September.

Dua hasil imbang lain didapatkan saat tandang ke St Jakob-Park di Basel Swiss pada 5 September dan tandang ke Windsor Park di Belfast Irlandia Utara selang tiga hari kemudian. Keduanya imbang 0-0.

Kemenangan terbesar Azzurri terjadi saat menang lima gol tanpa balas melawan tim Baltik, Lithuania, pada 8 September. Sementara itu dua kemenangan besar dicatatkan oleh Granit Xhaka dan kawan-kawan, keduanya dengan empat gol tanpa balas di Lithuania dan saat menjamu Bulgaria pada matchday terakhir Grup C itu.

BANDARTOGEL77
IBOSport
MACAUBET

Hasil Piala Dunia Qatar

SebelumnyaPrediksi Euro 2020: Bakal Ada Juara Baru, Tapi Bukan Perancis
SelanjutnyaTawaran FINAL Man Utd Untuk De Jong, Siap Jadikan Dia Pemain Bayaran Tertinggi di Inggris!