Jerman Tersingkir, Piala Dunia Sudah Mirip Liga Inggris

Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2018 setelah kalah 0-2 dari Korea Selatan pada laga terakhir Grup F Piala Dunia 2018, Rabu (27/6).
Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2018 setelah kalah 0-2 dari Korea Selatan pada laga terakhir Grup F Piala Dunia 2018, Rabu (27/6).

Gilabola.com – Gelandang Swiss Valon Behrami membandingkan Piala Dunia 2018 dengan Liga Inggris setelah Jerman secara mengejutkan tersingkir di fase grup.

Juara bertahan Piala Dunia 2014, Jerman, yang juga memenangkan Piala Konfederasi di Rusia tahun lalu, menelan kekalahan 2-0 dari Korea Selatan pada hari Rabu (27/6) dan menempatkan mereka di posisi terbawah di grup F.

Ini merupakan rangkaian hasil yang mengejutkan. Favorit lain seperti Brasil, Spanyol dan Prancis kesulitan untuk mendapatkan performa terbaiknya, sementara finalis 2014 Argentina hanya berhasil lolos berkat kemenangan terakhir atas Nigeria.

Advertisement
advertisement
advertisement
Loading...

Valon Behrami, yang kini bermain di Udines setelah menghabiskan tiga tahun bersama West Ham, mengatakan, fakta bahwa tim mana pun tampaknya mampu membuat kejutan mirip dengan persaingan di divisi teratas Liga Inggris.

“Persaingan di turnamen ini sangat seimbang,” kata Behrami kepada Omnisport. “Siapa pun bisa menjadi kejutan. Ini seperti Liga Inggris: Anda mengharapkan kejutan di mana-mana.”

“Kami harus senang kami (Swiss) lolos. Argentina mengambil risiko (dengan kalah) dan baru lolos dalam lima menit terakhir. Jadi sungguh, di Piala Dunia ini, apa pun bisa terjadi.”

Gelandang Arsenal, Granit Xhaka, merasa tersingkirnya Jerman membuktikan bahwa tidak ada tim yang bisa dianggap remeh di Piala Dunia ini.

“Kejutan! Kejutan!” kata mantan pemain Borussia Monchengladbach tersebut. “Inilah sepakbola. Kamu bisa lihat, jika kamu tidak siap untuk bermain dan bertarung 100 persen, itu sulit.”

Swiss sendiri berhasil lolos ke babak 16 besar setelah berhasil meraih hasil imbang 2-2 melawan Kosta Rika di Nizhny Novgorod pada Rabu.

Skuad Vladimir Petkovic, yang finish di tempat kedua dari Grup E di belakang Brasil, akan menghadapi Swedia di babak berikutnya setelah menang 3-0 atas Meksiko.

Xhaka bersikap hati-hati soal Swedia, mengingat penampilan mereka di Rusia dan fakta bahwa mereka mengalahkan Italia di babak play-off kualifikasi pada bulan November.

“Ini pertandingan yang sulit,” katanya. “Jika Anda melihat kualifikasi mereka, mereka mengalahkan Italia lebih dari 180 menit. Mereka masuk ke grup yang dihuni Jerman. Itu tidak akan mudah, tetapi kami pikir kami bisa melakukan sesuatu.”

Behrami, sementara itu, berharap Swiss bisa melaju ke babak perempat final dan seterusnya.

“Ini akan menjadi dua tim terbaik di final tetapi mungkin ada satu kejutan di sana,” tambahnya. “Mungkin kami bisa menjadi kejutan ini. Segalanya mungkin di Piala Dunia ini.”