Julio Baptista: Neymar Memang Masih Dalam Masa Pertumbuhan

Julio Baptista menyampaikan jika sosok bintang Timnas Brasil di Piala Dunia 2018, Neymar, memang sejatinya masih dalam masa pertumbuhan. Ia masih bisa berkembang jadi lebih baik lagi seperti bintang lainnya.
Berita Terkini - Julio Baptista menyampaikan jika sosok bintang Timnas Brasil di Piala Dunia 2018, Neymar, memang sejatinya masih dalam masa pertumbuhan. Ia masih bisa berkembang jadi lebih baik lagi seperti bintang lainnya.

Gilabola.com – Julio Baptista menyampaikan jika sosok bintang Timnas Brasil di Piala Dunia 2018, Neymar, memang sejatinya masih dalam masa pertumbuhan. Ia masih bisa berkembang jadi lebih baik lagi seperti bintang lainnya.

Julio Baptista yang merupakan legenda hidup Timnas Brasil menyebutkan bahwa Neymar masih bisa meraih titel sebagai pemain terbaik dunia di masa depan. Jadi harapan Brasil di Piala Dunia 2018 kemarin, sang pemain malah mengecewakan suporternya.

Alih-alih meroket, Neymar malah banyak dihujat setelah melakukan akting berlebihan saat sang bintang dilanggar dengan sentuhan minim di atas lapangan. Baptista masih tetap menilai Neymar aslinya tetap berpeluang untuk menyandang gelar sebagai pemain terbaik dunia.

“Dalam kehidupan ini ada yang namanya fase permulaan ya, ada juga pertengahan dan akhir,” sambut Baptista dengan bijak melalui Goal International.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Baptista masih berpikiran baik jika Neymar sudah memiliki permulaan yang bagus dalam karirnya sehingga ia beprotensi menjadi pemain terbaik di dunia suatu saat nanti.

“Barcelona merupakan permulaan dari karirnya yang bagus. Di sana dia (Neymar) sukses memenangkan banyak sekali trofi baik di level domestik atau di level eropa. Saat itu dia menjadi bagian dari tim terbaik di dunia. Dia jadi belajar bagaimana cara bermain di Eropa dan hal-hal penting lainnya.”

“Neymar lantas percaya bahwa saat itu dirinya harus mengambil langkah maju demi meujudkan tujuan personalnya, yaitu menjadi pemain terbaik di dunia. Mungkin saat di Barcelona, dia percaya bahwa dirinya tidak akan bisa menjadi pemain terbaik dunia dan saya rasa itulah alasan mengapa ia meninggalkan Barcelona musim lalu (ke PSG).”

“Sekarang dia masih belum menjadi pemain terbaik, sehingga dia jelas harus bekerja keras untuk itu. Jika ia mau terus bekerja keras, pasti akan mencapai status itu. Sabar sajalah,” pungkasnya.