Site icon Gilabola.com

Keunggulan Mesir Dirampok VAR Usai Gol Mostafa Ziko Dianulir?

Pelanggaran Marwan Attia pada Lisandro Martinez

Harapan Mesir untuk menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026 berubah hanya dalam hitungan menit. Bukan karena Argentina langsung bangkit, melainkan akibat keputusan VAR yang membatalkan gol kedua Mostafa Ziko.

Momen itu kini menjadi salah satu keputusan paling diperdebatkan sepanjang turnamen. Bahkan, analisis perwasitan menyebut gol tersebut semestinya tetap disahkan.

Gol Kedua Mesir Berubah Jadi Kontroversi

Laga babak 16 besar di Stadion Atlanta, Selasa, sempat mengarah ke hasil yang nyaris tak dipercaya banyak orang.

Mesir lebih dulu unggul melalui gol Yasser Ibrahim pada menit ke-15. Keunggulan itu seolah bertambah ketika Mostafa Ziko mencetak gol pada menit ke-58.

Para pemain Mesir langsung merayakan keunggulan 2-0. Di sisi lain, Lionel Messi hanya bisa menyaksikan situasi tersebut, sementara pendukung Argentina terdiam melihat tim juara bertahan berada di ambang tersingkir.

Namun kegembiraan Mesir tidak berlangsung lama.

VAR meminta wasit François Letexier meninjau ulang proses terjadinya gol. Setelah melihat tayangan ulang di monitor, sang wasit memutuskan menganulir gol Ziko karena menganggap Marwan Attia melakukan pelanggaran terhadap Lisandro Martinez sebelum serangan dimulai.

Pelanggaran Menurt VAR

Dalam tayangan ulang terlihat Attia sempat menarik jersey Martinez dan menginjak kaki bek Argentina tersebut.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Atas rekomendasi VAR, François Letexier akhirnya menyatakan gol tidak sah.

Keputusan itu langsung mengubah jalannya pertandingan.

Sembilan menit berselang, Ziko kembali mencetak gol dan membawa Mesir unggul dua gol. Namun Argentina mampu bangkit secara dramatis dengan mencetak tiga gol dalam 13 menit terakhir untuk membalikkan keadaan sekaligus memastikan tiket ke perempat final.

Analisis Menilai Gol Seharusnya Disahkan

Perdebatan tidak berhenti setelah pertandingan usai.

Analisis terhadap keputusan wasit menyimpulkan bahwa intervensi VAR dalam insiden tersebut tidak tepat. Salah satu alasan utamanya adalah lokasi kontak antara Attia dan Martinez terjadi hampir 91 meter dari gawang Mesir.

Artinya, Argentina masih memiliki waktu dan ruang yang cukup untuk kembali mengatur pertahanan sebelum Mostafa Ziko akhirnya mencetak gol.

Meski memang terdapat kontak berupa injakan kaki dan tarikan singkat pada jersey Martinez, analisis tersebut mempertanyakan apakah insiden itu benar-benar memenuhi syarat sebagai pelanggaran yang cukup jelas untuk membatalkan gol melalui intervensi VAR.

Opini Gilabola.com

Keputusan VAR memang dibuat untuk mengoreksi kesalahan yang jelas dan nyata, bukan menilai ulang setiap kontak kecil yang terjadi jauh sebelum gol tercipta.

Namun berdasarkan fakta yang bisa kita lihat di lapangan, wajar jika Mesir merasa dirugikan karena insiden terjadi sangat jauh dari area berbahaya dan Argentina masih memiliki kesempatan penuh untuk menghentikan serangan.

Kontroversi seperti ini menunjukkan bahwa keabsahan penggunaan VAR tetap menjadi pekerjaan rumah besar, bahkan di panggung sebesar Piala Dunia.

Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di Gilabola.com.
Exit mobile version