Kiper Denmark Meradang dengan Sistem VAR

Denmark hanya bisa imbang lawan Australia dan kiper Kasper Schmeichel merasa sistem VAR belum siap diterapkan di Piala Dunia.
Berita Terkini - Denmark hanya bisa imbang lawan Australia dan kiper Kasper Schmeichel merasa sistem VAR belum siap diterapkan di Piala Dunia.

Gilabola.com – Denmark hanya bisa imbang lawan Australia dan kiper Kasper Schmeichel merasa sistem VAR belum siap diterapkan di Piala Dunia.

Skuad asuhan Age Hareide awalnya sempat unggul sebiji gol atas nama Christian Eriksen di menit ke-7, Kamis (21/06) WIB kemarin.

Namun Australia menyamakan kedudukan dari titik putih setelah sundulan Mathew Leckie menyentuh tangan Yussuf Poulsen di kotak terlarang.

Wasit asal Spanyol Mateu Lahoz awalnya sempat meminta agar laga tetap dilanjutkan karena merasa insiden itu bukan penalti. Akan tetapi beberapa detik kemudian, saat bola sudah berada di ujung lain lapangan, Lahoz memutuskan untuk menghentikan laga agar dirinya bisa melihat tayangan VAR untuk insiden handball Poulsen.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Ia pun langsung menunjuk titik putih dan hal itu bisa dieksekusi dengan baik oleh Mile Jedinak. Hal ini membuat Kasper Schmeichel geram karena yakin rekannya tidak bermaksud menahan laju bola secara sengaja.

“Saya rasa keputusan itu mengubah laga dengan caranya tersendiri. Saya pikir keputusan itu sangat kejam,” ucap penjaga gawang Leicester City ini.

“Saya tidak tahu apa yang bisa Poulsen lakukan di situasi tersebut. Dia melompat, jadi tangan sedikit terangkat dan sundulan [Leckie] menyentuh tangan dari jarak setengah meter. Jadi saya tidak tahu bagaimana bisa Anda memberikan putusan penalti tapi sayangnya wasit melihat dari sudut pandang berbeda.”

“Jika anda akan memberikan keputusan-keputusan seperti itu maka Anda akan mengadapi banyak sekali penalti.”

“Saya rasa sistem VAR masih butuh banyak perbaikan. Saya pikir sistem tersebut belum perlu diterapkan. Nantinya mungkin akan bisa bekerja tapi sudah ada dua pertandingan beruntun di mana kami harus kecewa gara-gara VAR.”

“Kami pun memiliki situasi [penalti] di mana Andreas Cornelius mencoba berdiri di atas kakinya. Dia mungkin terlalu jujur dan seharusnya memperoleh penalti, tapi ia jujur dan mencoba untuk tetap berdiri.”

“Itu mungkin situasi di mana VAR bisa membantu wasit. Tendangan bebas atas pelanggaran Yussuf Poulsen berujung pada tendangan penjuru sehingga lawan mendapatkan penalti…seseorang harus memberi tahu wasit bahwa itu merupakan keputusan yang buruk.”