Legenda Jerman Minta Toni Kroos Jangan Dulu Pensiun

Legenda Jerman Lothar Matthaeus meminta Toni Kroos untuk jangan dulu pensiun dari skuad Die Mannschaft usai Piala Dunia 2018.
Berita Terkini - Legenda Jerman Lothar Matthaeus meminta Toni Kroos untuk jangan dulu pensiun dari skuad Die Mannschaft usai Piala Dunia 2018.

Gilabola.com – Legenda Jerman Lothar Matthaeus meminta Toni Kroos untuk jangan dulu pensiun dari skuad Die Mannschaft usai Piala Dunia 2018.

Sebagai pemimpin masa depan tim nasional tapi mempertanyakan komitmen pemain-pemain senior. Jerman harus pulang lebih awal dari Piala Dunia 2018 setelah secara menyedihkan menduduki peringkat bawah Grup F.

Hal itu adalah kegagalan pertama Die Mannschaft lolos dari babak grup terjadi selama 80 tahun terakhir. Satu-satunya kemenangan Jerman terjadi saat bertarung lawan Swedia, di mana Toni Kroos mencetak gol kemenangan melalui tendangan bebas indah ke pojok gawang.

Lothar Matthaeus berharap gelandang Real Madrid itu bertahan di skuad nasional Jerman. “Kepergian Toni Kroos dari tim nasional Jerman akan membuat saya sangat terluka. Dia melakoni musim yang luar biasa bersama Madrid,” ucap Matthaeus pada Bild.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Dia masih bisa bermain di level teratas untuk empat tahun lagi dan memperbaiki sekelilingnya. Kemunduran dia [dari timnas] akan jadi kehilangan yang besar. Bagi saya, Kroos adalah pemimpin masa depan di timnas Jerman.”

Saat ini Joachim Low dipastikan masih jadi pelatih negara itu dengan kontrak hingga 2022 nanti. Namun Lothar Matthaeus meminta Low untuk mempertanyakan komitmen para pemain senior menjelang Piala Dunia 2022 Qatar.

Apalagi para pemain muda Jerman sudah membuktikan kemampuannya di Piala Konfederasi tahun lalu dengan keluar sebagai juara.

“Pelatih Low harus memiliki ide yang jelas untuk Piala Dunia 2022. Dia harus berbicara dengan setiap pemain senior soal motivasi dan perspektif,” tambah Matthaus. “Dia tidak perlu menyerang para pemain tersebut. Ini hanya proses alami sebab kami Jerman, bukan Panama. Ada banyak alternatif pemain baru untuk setiap posisi.”