Lihat Video yang Hancurkan Harapan Inggris Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Inggris kalah dari Spanyol dan Portugal dalam perebutan jatah tuan rumah Piala Dunia 2030. Sebabnya? Kekacauan saat menjadi tuan rumah final Euro 2020 menjadikan negeri kelahiran sepak bola itu dianggap tak becus menjadi tuan rumah turnamen paling bergengsi di muka bumi.

Otoritas sepak bola Eropa (UEFA) kini cenderung memilih Spanyol dan Portugal untuk menjadi wakil Eropa dalam bidding tuan rumah Piala Dunia 2030 usai kekacauan final Euro 2020, saat mana sekitar seribuan orang masuk ke dalam Stadion Wembley tanpa tiket dan menimbulkan kekacauan yang memalukan untuk negara sebesar Inggris.

UEFA mendesak Inggris dan Republik Irlandia untuk mundur dari pencalonan Piala Dunia 2030, serta menjanjikan dukungan sepenuhnya jika mereka mau berkonsentrasi sepenuhnya pada Euro 2028.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Sumber-sumber di dalam pemerintahan Republik Irlandia dan di UEFA, seperti dikutip Daily Mail, mengatakan bahwa prospek tuan rumah bersama Spanyol dan Portugal saat ini menjadi satu-satunya pilihan realitis untuk memenangkan dukungan otoritas sepak bola Eropa.

Tidak diketahui kapan UEFA akan mengkonfirmasi mendukung proposal Spanyol-Portugal, dengan diskusi masih pada tahap sangat awal. Tawaran bersama tuan rumah Inggris dan Irlandia sedang memasuki tahap studi kelayakan, bersama semua pihak pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kedua negara.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, tersiar kabar dari Departemen Olahraga Irlandia bahwa ‘penawaran Inggris dan Irlandia secara efektif telah berakhir bahkan sebelum dimulai’, dengan Spanyol dan Portugal menikmati dukungan populer di markas besar UEFA. “Sudah diterima bahwa [tuan rumah bersama Inggris-Irlandia] ini tidak akan terjadi dan semakin cepat pesan itu disampaikan, semakin baik,” kata sumber orang dalam.

Salah satu alasan kegagalan Inggris-Irlandia adalah karena perilaku mengerikan saat final Euro 2020, ketika ribuan penggemar mabuk memaksa masuk ke Stadion Wembley, mencuri kursi dari para pendukung yang sudah lebih dulu membayar tiket dalam adegan biadab yang disebarluaskan ke seluruh dunia.

Pendapat yang berkembang adalah, jika Inggris saja tak bisa mengendalikan turnamen kedua terbesar di dunia yang berkembang menjadi kekacauan maka tak mungkin suara akan diberikan kepada mereka untuk menjamu turnamen terbesar di dunia. “Itulah pandangan orang-orang di dalam UEFA dan juga FIFA,” tukas orang dalam di organisasi sepak bola Eropa itu.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO