Gilabola.com – FIFA mengumumkan deretan artis yang akan tampil dalam opening ceremony Piala Dunia 2026, termasuk Lisa dan Katy Perry.
Lisa, anggota girl group Blackpink asal Korea Selatan itu dijadwalkan tampil pada seremoni pembukaan yang berlangsung di Los Angeles. Selain mereka, acara tersebut juga akan dimeriahkan oleh Future, Anitta, Rema, dan Tyla.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengumumkan daftar penampil melalui akun resminya. Ia menyebut seremoni di Los Angeles akan menunjukkan besarnya skala turnamen yang akan digelar tahun depan.
Menurutnya, acara pembukaan di “ibu kota hiburan dunia” itu akan memperlihatkan betapa besar Piala Dunia 2026 nantinya.
Lisa juga dikabarkan tengah menyiapkan soundtrack resmi turnamen bersama Anitta, Rema, dan grup asal Brasil, Tropkillaz.
FIFA memastikan edisi 2026 akan memiliki tiga opening ceremony berbeda karena Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat sama-sama menjadi tuan rumah acara pembukaan bertabur bintang.
Kota Meksiko akan membuka turnamen pada 12 Juni 2026 dengan penampilan J Balvin, Mana, Alejandro Fernandez, Belinda, Lila Downs, Tyla, dan Los Angeles Azules.
Infantino mengatakan seluruh dunia akan menyaksikan momen tersebut sebagai awal dimulainya turnamen.
Ia menambahkan bahwa seremoni di Kota Meksiko, Toronto, dan Los Angeles akan memadukan musik, budaya, dan sepak bola sambil mencerminkan karakter masing-masing negara serta persatuan dalam turnamen tersebut.
Kanada akan menggelar seremoni pembukaannya di Toronto pada 13 Juni 2026 dengan penampilan Alanis Morissette, Michael Bublé, Alessia Cara, Elyanna, Jessie Reyez, dan Nora Fatehi.
Sementara itu, Amerika Serikat akan mengadakan seremoni pembukaan pada hari yang sama di Los Angeles dengan penampilan Perry, Future, Lisa, Anitta, Rema, dan Tyla. FIFA juga menyebut masih ada artis lain yang akan diumumkan.
Infantino menilai daftar penampil di Los Angeles mencerminkan keberagaman budaya Amerika Serikat dan semangat dari berbagai komunitas diaspora di negara tersebut.
Penyelenggara juga mengimbau suporter datang lebih awal karena penonton akan memiliki peran aktif selama pertunjukan berlangsung.
Mereka menyebut seluruh seremoni akan terhubung melintasi zona waktu dan perbatasan lewat “denyut bersama.”

