Manakah Grup Neraka Piala Dunia 2022? Mari Kita Hitung Dengan 3 Cara Berbeda

Drawing grup Piala Dunia 2022 sudah selesai dan terlihat cukup adil untuk semua pihak. Tapi tetap saja seluruh dunia bertanya-tanya, manakah Grup Neraka dari keseluruhan kelompok tersebut. Ada tiga cara untuk menghitungnya.

Yang pertama, yang termudah, kita hitung saja jumlah trofi yang pernah mereka peroleh sepanjang sejarah Piala Dunia. Untuk alasan ini perhatian akan teralihkan ke Grup G tempat juara lima kali Brasil berada. Di sana ada Serbia, Swiss dan Kamerun. Seluruhnya nihil gelar juara dunia. Diperkirakan akan menjadi grup sangat mudah bagi Neymar dan kawan-kawan.

Lalu manakah yang tersulit? Grup E terdiri dari Jerman dan Spanyol. Tim Hansi Flick itu sudah empat kali juara dunia, plus La Roja satu kali tahun 2010 di Afrika Selatan. Total ada lima trofi di Grup E. Dibandingkan grupnya Brasil, mungkin Grup E lebih layak menyandang gelar Grup Neraka.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Grup H yang diisi Portugal juga menyulitkan. Selecao belum satu kali pun meraih gelar juara dunia, meski memiliki satu gelar Piala Eropa dan satu UEFA Nations League. Tapi di sini ada Uruguay yang memiliki dua trofi mundial itu meski seluruhnya terjadi di masa lalu, 1930 dan 1950.

Italia yang memiliki empat trofi tidak lolos ke putaran final ini sehingga sangat disayangkan mereka tidak bisa memperumit situasi yang ada.

Argentina dengan dua trofi Piala Dunia, serta Perancis juga dengan dua trofi, menjadi dua tim lain yang menonjol di Grup C dan Grup D.

Cara perhitungan lain adalah dengan menghitung nilai rata-rata Elo rating sebuah grup. Elo rating dihitung berdasarkan skor sebuah kemenangan, lokasi pertandingan, dan seberapa penting laga yang sebuah tim jalani. Elo rating dipandang lebih akurat daripada sekedar menghitung ranking FIFA, seperti yang akan kita lakukan nanti di bagian berikutnya. Daftarnya adalah sebagai berikut:

  • Grup A 1792
  • Grup B 1880 (mengasumsikan Wales lolos sebagai tim keempat)
  • Grup C 1847
  • Grup D 1880 (mengasumsikan Peru sebagai tim keempat)
  • Grup E 1886 (mengasumsikan Kosta Rika yang lolos)
  • Grup F 1865
  • Grup G 1887
  • Grup H 1812

Surprise! Jika dihitung menggunakan Elo rating maka mereka yang berhak menyandang gelar Grup Neraka adalah Grup G yang terdiri dari Brasil, Serbia, Swiss dan Kamerun. Total nilai mereka adalah yang tertinggi dibandingkan Grup E pada urutan kedua (mengasumsikan Kosta Rika lolos sebagai pemenang play-off Concacaf vs Oseania), yang termasuk di dalamnya Spanyol, Jerman dan Jepang.

Grup ketiga paling sulit menurut versi Elo rating adalah Grup B, yaitu Inggris, Iran, Amerika Serikat dan pemenang play-off Eropa Path A yang tertunda. Dalam perhitungan di atas diasumsikan Gareth Bale dan rekan-rekannya akan lolos.

Cara ketiga adalah dengan menggunakan ranking FIFA. Tapi seperti sudah diingatkan tadi, ini tidak mencerminkan apa-apa karena ranking hanya memperlihatkan urutan, tapi gagal mencerminkan jurang kualitas (jika ada) atau tipisnya perbedaan di antara tim dalam satu grup. Ini adalah total ranking empat tim dalam satu grup.

  • Ranking Grup A 127
  • Ranking Grup B 59 (mengasumsikan Wales)
  • Ranking Grup C 88
  • Ranking Grup D 71
  • Ranking Grup E 73
  • Ranking Grup F 80
  • Ranking Grup G 77
  • Ranking Grup H 110

Seperti bisa Anda lihat Grup A dan Grup H menampilkan skor sangat tinggi karena ranking Qatar dan Ghana yang sangat rendah dalam daftar ranking FIFA, mencerminkan kesenjangan di dalam grup tersebut. Dengan asumsi bahwa perbedaan kualitas tidak lebar dalam satu kelompok maka nilai Grup B yang rendah mencerminkan tingkat kesulitan di dalamnya.

AHABET
INDOTOGEL
AHABET
INDOTOGEL
BANDARTOGEL77
TEXASPOKERCC
JAYAPOKER
HKINDO

Gilabola.com menyajikan informasi terkini dengan gaya bahasa ringan yang mudah dipahami dan update terbaru dari kompetisi Eropa dan internasional. Kunjungi juga channel Youtube resmi kami di @gilabolanews dan @gilabolastory

SebelumnyaBarcelona Tekad Uji Kemampuan Jules Kounde Saat Menjamu Valencia
SelanjutnyaJuventus Pikir-pikir Lagi Datangkan Zaniolo Setelah Meragukan di Roma