Mathieu Valbuena Sesalkan Karir di Timnas Berakhir Pahit

Mathieu Valbuena percaya dirinya pantas untuk mendapatkan rasa hormat lebih dari masyarakat dengan prestasinya di Timnas Prancis menuju Piala Dunia walau namanya tercoreng kasus pemerasan video seks.
Berita Terkini - Mathieu Valbuena percaya dirinya pantas untuk mendapatkan rasa hormat lebih dari masyarakat dengan prestasinya di Timnas Prancis menuju Piala Dunia walau namanya tercoreng kasus pemerasan video seks.

Gilabola.com – Mathieu Valbuena percaya dirinya pantas untuk mendapatkan rasa hormat lebih dari masyarakat dengan prestasinya di Timnas Prancis menuju Piala Dunia walau namanya tercoreng kasus pemerasan video seks.

Gelandang Fenerbahce itu sempat menjadi salah satu pilar tim nasional Perancis dengan caps sebanyak 52 pertandingan. Sayangnya ia tidak lagi dipanggil Didier Deschamps sejak 2015, kala skandal video seksnya merebak dan membuat Karim Benzema dituduh menjadi pelaku pemerasan.

Striker Real Madrid itu pun menolak dianggap melakukan pemerasan sebab dirinya hanya ingin video tersebut tidak tersebar karena menghargai Valbuena sebagai rekan satu tim di Les Bleus.

Sayangnya kepolisian berpendapat berbeda sehingga kasus ini naik ke pengadilan, tapi Benzema mengajukan banding ke Pengadilan Kasasi Perancis.

Di sisi lain karir Mathieu Valbuena di timnas mengalami kemandekan dan ia pun menyesal hal itu harus berakhir lebih cepat dari yang dia duga sebelumnya.

Advertisement

“Saya sangat terpengaruh dengan apa yang terjadi dengan masyarakat Perancis. Saya dilupakan dalam waktu satu malam saja. Saya tidak memiliki lima caps [bersama timnas], tapi 52,” ujar Valbuena pada France Football.

“Sekarang masalah itu sudah menjadi masa lalu. Tidak lagi menjadi sebuah masalah. Tapi saya sempat berharap mendapatkan akhir yang berbeda.”

Meski tidak lagi dipanggil Didier Deschamps, Mathieu Valbuena berharap Perancis mampu menjadi juara Piala Dunia 2018, sebagai pelipur lara kegagalan di Euro 2016 silam.

Padahal pesimisme ada di benak publik negara Menara Eiffel itu, terutama usai kalah 2-3 dari Kolombia di pertandingan persahabatan.

“Akan baik untuk menjadi juara setelah 20 tahun menjadi juara  di 1998,” tambahnya. “Saya bisa yakin kan Anda bahwa persiapan [pertandingan persahabatan] tidak ada hubungannya dengan laga-laga di Piala Dunia.”

“Saya tahu para pemain akan bersemangat sepanjang kompetisi nanti dan meningkatkan level permainan. Saya tidak khawatir dengan itu.”