Meksiko berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Korea Selatan dalam laga matchday kedua Grup A Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Estadio Guadalajara. Satu gol Luis Romo pada awal babak kedua menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga peluit panjang dibunyikan.
Korea Selatan sebenarnya cukup sering menguasai bola sepanjang pertandingan. Bahkan dalam beberapa periode, tim Asia Timur itu mencatat dominasi penguasaan bola lebih dari 70 persen. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu mereka ubah menjadi gol.
Luis Romo Pecah Kebuntuan
Babak pertama berjalan relatif seimbang meski Meksiko lebih banyak mengontrol permainan pada sejumlah fase laga. Peluang terbaik sebelum turun minum hadir lewat Julián Quiñones pada menit ke-20, tetapi kiper Kim Seung-Gyu mampu melakukan penyelamatan penting.
Skor tanpa gol bertahan hingga jeda.
Kebuntuan akhirnya pecah lima menit setelah babak kedua dimulai. Berawal dari tekanan Meksiko di area pertahanan lawan, Luis Romo berhasil mencetak gol yang membuat timnya unggul 1-0.
Sebelum gol itu tercipta, Raúl Jiménez hampir membawa Meksiko memimpin andai tembakannya tidak diblok Lee Gi-Hyuk di depan gawang.
Gol Romo mengubah arah pertandingan. Korea Selatan dipaksa bermain lebih agresif demi mengejar ketertinggalan.
Korea Selatan Dominan, Penyelesaian Akhir Mengecewakan
Pelatih Korea Selatan mencoba mengubah jalannya pertandingan melalui sejumlah pergantian pemain. Hwang Hee-Chan, Oh Hyeon-Gyu, Cho Gue-Sung hingga Yang Hyun-Jun masuk untuk menambah daya gedor.
Meski terus menekan, peluang bersih sulit tercipta karena pertahanan Meksiko tampil disiplin. Johan Vásquez menjadi salah satu pemain yang berkali-kali melakukan intervensi penting untuk meredam ancaman lawan.
Menjelang akhir pertandingan, Korea Selatan mendapatkan beberapa kesempatan yang seharusnya bisa mengubah hasil akhir.
Pada menit ke-87, Cho Gue-Sung gagal memaksimalkan peluang emas. Di menit yang sama, Yang Hyun-Jun juga menyia-nyiakan kesempatan yang terbuka lebar.
Peluang terbaik datang pada masa injury time. Lee Han-Beom memperoleh kesempatan besar untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-92, tetapi penyelesaiannya jauh dari harapan.
Tak lama berselang, Korea Selatan kembali mengancam melalui Cho Gue-Sung dan Oh Hyeon-Gyu, namun tidak ada satu pun yang mampu mengarah tepat ke sasaran.
Meksiko akhirnya bertahan hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan kemenangan 1-0.
Pertahanan Meksiko Jadi Kunci
Meski Korea Selatan lebih banyak memegang bola pada paruh kedua pertandingan, Meksiko tampil lebih efektif. Mereka tidak membutuhkan banyak peluang untuk mencetak gol dan mampu menjaga keunggulan hingga akhir laga.
Sebaliknya, Korea Selatan terlihat kesulitan mengubah dominasi penguasaan bola menjadi ancaman nyata. Ketika peluang besar akhirnya datang, penyelesaian akhir justru menjadi masalah utama mereka.
Analisis Gilabola.com
Kemenangan ini kembali menunjukkan bahwa penguasaan bola tidak selalu menentukan hasil pertandingan, terutama di ajang Piala Dunia kali ini.
Korea Selatan berkali-kali mengendalikan tempo permainan, tetapi kurang tajam saat memasuki area berbahaya.
Meksiko tampil lebih pragmatis. Mereka tidak mendominasi laga, namun tahu kapan harus menyerang dan bagaimana mempertahankan keunggulan.
Jika Korea Selatan ingin bersaing di level tertinggi, efektivitas di depan gawang harus menjadi perhatian utama karena peluang yang terbuang pada menit-menit akhir terlalu mahal untuk diabaikan.

