Mengapa Argentina Kalah Lawan Kroasia? Ini Sebabnya

Pusing pala ane! Lionel Messi tertangkap kamera memijat dahinya sebelum kick-off laga Argentina vs Kroasia, Jumat dinihari, saat mana mereka kalah 0-3.
Pusing pala ane! Lionel Messi tertangkap kamera memijat dahinya sebelum kick-off laga Argentina vs Kroasia, Jumat dinihari, saat mana mereka kalah 0-3.

Gilabola.com – Foto Lionel Messi memijat dahinya sebelum dimulainya laga Argentina vs Kroasia di Piala Dunia 2018, Jumat dinihari, memperlihatkan tekanan yang sangat besar. Tapi ada dua sebab mengapa Argentina kalah. Begini.

Lionel Messi membawa beban harapan 44 juta rakyat Argentina di bahunya dan tekanan itu jelas terlihat saat ia berbaris sebelum kick-off dalam pertandingan penting Piala Dunia 2018 melawan Kroasia pada Jumat dinihari. La Pula tampak memijat dahinya dengan mata tertutup.

Penyerang Barcelona tersebut telah menyaksikan rival Cristiano Ronaldo mencetak empat gol dalam dua pertandingan untuk Portugal, termasuk hattrick melawan Spanyol.

Kekalahan 3-0 oleh Kroasia berarti nasib Argentina di Grup D kini berada di luar tangan mereka sendiri, bergantung pada performa Islandia dan Nigeria.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Jika adegan pra-pertandingan Messi menunjukkan sakit kepala parah, itu pasti kian memburuk usai melihat blunder penjaga gawang Chelsea, Willy Caballero, yang menyebabkan gol pertama Ante Rebic di Nizhny Novgorod dan berkontribusi pada kekalahan terbesar La Albicelester di babak penyisihan grup Piala Dunia sejak 1958.

Messi hanya menyentuh bola 20 kali di babak pertama melawan Kroasia dan hanya mengantongi 12 tembakan dalam dua pertandingan pembukaan, dengan 11 terjadi saat laga melawan Islandia, satu tadi malam.

Mantan rekan setimnya di Barcelona, Cesc Fabregas, yang menjadi komentator bagi BBC One, menyebut Argentina sebagai “mesin mogok” dan mempertanyakan semangat kerjasama tim mereka, mengatakan bahwa skuad itu “bermain melawan sesamanya, bukan demi sesamanya”.

Dia mengatakan: “Ini sulit bagi Messi. Dia tidak memiliki pemain berkualitas di belakangnya, kehilangan Ever Banega atau Giovani lo Celso. Dia membutuhkan seseorang yang dapat membantunya membangun permainan. Anda ingin pemain terbaik Anda memperoleh bola sesering yang Anda bisa.”

Saking frustrasinya, Messi membanting kaki rekannya di Barcelona, Ivan Rakitic, pada satu kesempatan di babak kedua.

“Mereka memainkan lima penyerang dan lima pemain belakang. Jika Anda adalah gelandang Kroasia, ini persis seperti yang Anda inginkan. Mereka memiliki terlalu banyak waktu dan ruang pada bola dan melakukan apa pun yang mereka inginkan.”

Mantan pemain belakang Manchester City, Pablo Zabaleta – yang bermain di final Piala Dunia 2014 untuk Argentina – mengatakan kegagalan tim untuk “bermain lebih cepat” telah membuat Messi “terisolasi” di sepertiga akhir lapangan.

Mengomentari kekalahan itu, Zabaleta mengatakan: “Saya tidak dapat mengingat [terakhir kali ada] penampilan seperti ini. Tim terlihat sangat buruk. Mereka dapat diprediksi dan tidak menciptakan apa pun.”

“Mereka membuat banyak kesalahan dan kemudian frustrasi dalam 15 menit terakhir, menendang semua pemain lawan.”

Mantan kapten Inggris Alan Shearer menambahkan: “Argentina tidak punya rencana permainan dan benar-benar berantakan.”