Gilabola.com – Menteri Olahraga dan Pemuda Iran, Ahmad Donyamali, menyatakan bahwa Tim nasional Iran saat ini tidak berada dalam situasi yang memungkinkan untuk mengikuti Piala Dunia 2026.
Turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut dijadwalkan berlangsung di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan pertandingan pembuka direncanakan mulai 12 Juni pukul 02.00 WIB.
Dalam jadwal fase grup, tim nasional Iran direncanakan menjalani tiga pertandingan. Mereka akan menghadapi Tim nasional sepak bola Selandia Baru pada 15 Juni, kemudian melawan Tim nasional sepak bola Belgia pada 21 Juni di Los Angeles. Pertandingan terakhir fase grup dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni melawan Tim nasional sepak bola Mesir di Seattle.
Namun, peluang Iran untuk tampil di turnamen tersebut menjadi tidak pasti setelah terjadi konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran kemudian meluncurkan rudal serta drone ke arah Israel dan beberapa negara lain yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Sebelumnya pada Rabu, Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyampaikan bahwa Iran tetap dipersilakan untuk berpartisipasi dalam putaran final turnamen musim panas tersebut.
Meski demikian, dalam wawancara dengan IRIB Sports Network pada Selasa, Ahmad Donyamali menegaskan bahwa kondisi negara saat ini tidak memungkinkan untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Ia menyatakan bahwa setelah pemerintah yang dianggapnya korup melakukan pembunuhan terhadap pemimpin negara, Iran tidak memiliki situasi yang layak untuk berpartisipasi di Piala Dunia.
Menurutnya, keamanan tim nasional juga menjadi perhatian utama. Ia menilai para pemain tidak berada dalam kondisi aman untuk menjalani pertandingan internasional saat situasi konflik masih berlangsung.
Donyamali juga menyebut bahwa selama delapan hingga sembilan bulan terakhir, Iran menghadapi dua konflik bersenjata yang menyebabkan ribuan warga negara menjadi korban tewas.
Karena itu, ia menegaskan bahwa Iran saat ini tidak memiliki kemungkinan untuk mengikuti turnamen tersebut.
Analisis Redaksi: Masih Terlalu Dini Menyatakan Iran Absen
Walaupun pernyataan dari menteri olahraga Iran cukup tegas, masih terlalu cepat untuk memastikan bahwa tim nasional Iran benar-benar tidak akan tampil di Piala Dunia 2026.
Keputusan akhir mengenai keikutsertaan tim nasional berada di tangan Football Federation Islamic Republic of Iran, bukan sepenuhnya pada kementerian olahraga.
Sampai saat ini, FIFA tetap berpegang pada jadwal awal yang menyebut Iran akan menjalani pertandingan melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Apabila Iran memutuskan menolak untuk berangkat ke turnamen tersebut, keputusan itu dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi sepak bola negara tersebut.
Situasi serupa pernah terjadi sebelumnya. Iran sempat menolak menghadapi Tim nasional sepak bola Kuwait pada babak kualifikasi Piala Dunia 1982. Keputusan tersebut membuat mereka gagal lolos ke turnamen tersebut dan kemudian mendapatkan larangan tampil dari FIFA pada Piala Dunia 1986.
Untuk saat ini, FIFA kemungkinan masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Pertandingan play-off yang dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini akan menentukan daftar lengkap tim yang lolos ke turnamen tersebut, sehingga keputusan terkait Iran dapat diambil dengan lebih jelas.
Selain itu, perkembangan konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel juga masih terus berubah. Saat ini, arah kebijakan dari Presiden Donald Trump maupun pimpinan militer Iran masih sulit diprediksi.

