Site icon Gilabola.com

Michael Olise Curi Panggung Piala Dunia, Samai Rekor Legenda, Calon Pemain Terbaik?

Michael Olise pemain Timnas Prancis

Kylian Mbappe kembali mencetak dua gol, tetapi sorotan utama justru mengarah kepada Michael Olise. Winger Bayern Munchen itu tampil luar biasa saat membawa Prancis menang telak 3-0 atas Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Bermain di MetLife Stadium, Rabu (1/7/2026), kemenangan tersebut memastikan Les Bleus melangkah ke babak 16 besar. Pelatih Didier Deschamps, yang kembali mendampingi tim setelah sempat absen karena urusan pribadi, langsung disambut performa meyakinkan anak asuhnya.

Olise Terus Tebar Ancaman Lewat Assist

Mbappe memang menjadi pencetak dua gol Prancis. Namun, Olise kembali menunjukkan betapa besarnya pengaruhnya di lini serang.

Pemain berusia 24 tahun itu menyumbang dua assist dalam laga ini. Umpan terobosannya membuka jalan bagi Bradley Barcola untuk mencetak gol sesaat setelah turun minum. Tak lama berselang, Olise kembali mengirim umpan matang yang membuat Mbappe lepas dari kawalan sebelum mencetak gol keduanya.

Sebenarnya Olise juga nyaris mencatatkan namanya di papan skor. Sepanjang pertandingan ia sempat membentur tiang lewat percobaan akrobatik pada babak pertama, lalu gagal memaksimalkan peluang satu lawan satu selepas jeda.

Meski gagal mencetak gol, penampilannya tetap menjadi salah satu yang paling menonjol.

Total lima assist yang telah dikoleksinya dalam empat pertandingan membuat Olise menyamai catatan Diego Maradona sebagai pemain dengan assist terbanyak kedua dalam satu edisi Piala Dunia. Ia kini hanya terpaut satu assist lagi dari rekor enam assist yang pernah dibukukan Pele pada edisi 1970.

Pada babak 16 besar, Prancis dijadwalkan menghadapi Paraguay. Jika kembali tampil produktif, Olise berpeluang menyamai bahkan melampaui rekor tersebut.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Kekuatan Prancis Bukan Hanya Mbappe

Lini depan Prancis memang dipenuhi pemain kelas dunia. Selain Mbappe dan Olise, masih ada Ousmane Dembele serta Bradley Barcola yang menjadi ancaman konstan bagi pertahanan lawan.

Namun kekuatan Les Bleus tak berhenti di sektor serang.

Hingga babak 32 besar, Prancis telah mencetak 13 gol sekaligus baru dua kali kebobolan sepanjang turnamen. Keseimbangan permainan mereka ditopang Aurélien Tchouaméni di lini tengah, sementara duet William Saliba dan Dayot Upamecano tampil solid menjaga pertahanan.

Kedalaman skuad juga menjadi nilai tambah. Didier Deschamps masih memiliki sejumlah pemain berkualitas di bangku cadangan seperti Désiré Doué dan Rayan Cherki yang masuk sebagai pemain pengganti saat menghadapi Swedia. Bahkan Warren Zaïre-Emery belum sekalipun dimainkan di Piala Dunia 2026.

Generasi Emas Belum Menjamin Gelar

Meski tampil sangat meyakinkan, perjalanan Prancis menuju gelar juara belum tentu akan berjalan mulus.

Sepak bola telah beberapa kali memperlihatkan bahwa skuad bertabur bintang tidak selalu berujung trofi. Belgia pernah memiliki Eden Hazard, Kevin De Bruyne, Thibaut Courtois, Romelu Lukaku, Toby Alderweireld hingga Jan Vertonghen dalam satu generasi, tetapi gagal mengangkat gelar besar.

Hal serupa juga dialami Inggris ketika diperkuat Steven Gerrard, Paul Scholes, Frank Lampard, John Terry, Rio Ferdinand, hingga Wayne Rooney tanpa mampu meraih trofi internasional.

Meski begitu, performa Prancis sejauh ini menunjukkan mereka mampu memikul ekspektasi besar. Perpaduan kualitas individu, kedalaman skuad, dan organisasi permainan membuat Les Bleus menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Opini Gilabola.com

Michael Olise perlahan keluar dari bayang-bayang Kylian Mbappe.

Jika sebelumnya Mbappe selalu menjadi wajah utama Prancis, kini Olise tampil sebagai motor kreativitas yang membuat serangan Les Bleus jauh lebih berbahaya.

Bukan tidak mungkin penghargaan pemain terbaik Piala Dunia 2026 justru jatuh ke tangan Olise apabila ia mampu mempertahankan konsistensi dan memecahkan rekor assist di turnamen ini.

Meski demikian, Prancis tetap harus berhati-hati karena sejarah berkali-kali membuktikan bahwa skuad bertabur bintang belum tentu berakhir dengan gelar juara.

Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di Gilabola.com.
Exit mobile version