Neymar Kerap Dikerjain Pemain Swiss, Kritik Wasit Piala Dunia

Neymar di pertandingan Brasil vs Swiss, Piala Dunia 2018

Gilabola.com – Neymar mengkritik wasit yang tidak mampu memberikan perlindungan padanya kala Brazil bertanding kontra Swiss.

Pemain sayap Paris Saint-Germain itu baru saja pulih dari cedera patah tulang metatarsal sejak Februari lalu.

Namun pada pertandingan pertama Selecao di Piala Dunia 2018 Rusia, Senin (18/06) dini hari WIB tadi, Neymar menjadi pemain yang paling banyak dilanggar sejak Alan Shearer di laga kontra Tunisia pada Piala Dunia 1998 Perancis.

Ia sempat tertatih-tatih di beberapa kesempatan sehingga publik sempat khawatir Neymar kembali mengalami masalah.

Neymar Kritik Wasit Piala Dunia 2018

Menurutnya sudah jadi tugas wasit untuk melindungi para pesepak bola, termasuk dirinya yang dijatuhkan 10 kali menurut Opta.

“Saya dilanggar dan kesakitan, tapi itu bukan apa-apa. Setelah tubuh Anda mendingin, rasa sakitnya sedikit lebih terasa tapi itu bukan masalah,” ujar eks FC Barcelona dan Santos FC ini.

BACA:  Neymar Mulai Diidolakan Pemain Muda Borussia Dortmund

“Saya tidak bisa berkata apapun tentang pelanggaran-pelanggaran itu.”

“Yang saya lakukan adalah bermain sepak bola, atau mencoba bermain sepak bola. Sudah jadi tugas wasit untuk melihat adanya pelanggaran.”

Neymar Kritik Wasit Piala Dunia 2018 - 2

“Saya rasa akan jadi hal yang normal [untuk rutin dilanggar]. Kita harus memberikan perhatian tapi itu sesuatu yang normal dalam sepak bola.”

Sementara itu Steven Zuber diyakini melakukan pelanggaran terhadap Miranda dengan cara mendorong, sebelum menyundul untuk ia menyamakan kedudukan.

“Saya rasa itu pelanggaran. Ketika Anda melihatnya dari tayangan ulang, orang-orang merayakan gol tersebut..Saya melihat kembali tapi bukan tugas saya untuk membicarakannya. Ada empat orang profesional yang bekerja untuk itu. Mereka harus melakukan tugasnya,” tambah Neymar.

BACA:  Neymar Mulai Diidolakan Pemain Muda Borussia Dortmund

“Kami tidak pantas berakhir dengan imbang. Tai kami bisa berkembang, mampu bermain lebih baik. Namun pertandingan tersebut menunjukkan bahwa turnamen ini tidak akan mudah.”