Ousmane Dembele dan Paul Pogba Jadi Korban Rasisme di Rusia

Bintang muda Barcelona Ousmane Dembele dan Paul Pogba menjadi sasaran rasisme dalam kemenangan Perancis atas Rusia menuju Piala Dunia pada hari Selasa (27/03) kemarin.
Berita Terkini - Bintang muda Barcelona Ousmane Dembele dan Paul Pogba menjadi sasaran rasisme dalam kemenangan Perancis atas Rusia menuju Piala Dunia pada hari Selasa (27/03) kemarin.

Gilabola.com – Bintang muda Barcelona Ousmane Dembele dan Paul Pogba menjadi sasaran rasisme dalam kemenangan Perancis atas Rusia menuju Piala Dunia pada hari Selasa (27/03) kemarin.

Masalah keamanan dan rasisme telah menjadi dua keprihatinan utama bagi Asosiasi Sepak bola Rusia selama penyelenggaraan Piala Dunia 2018.

Dan FIFA telah didesak untuk turun tangan sehubungan ada laporan terbaru yang mengatakan bahwa Ousmane Dembele menjadi korban rasisme selama pertandingan Rusia melawan Perancis di Stadion Krestovsky di Saint Petersburg.

Dembele menjadi pemain pengganti di menit ke-72 dalam kemenangan The Bleus 3-1 atas tuan rumah Piala Dunia musim panas ini.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Menurut surat kabar Prancis L’Equipe, suporter Rusia menirukan suara-suara monyet saat pemain depan berusia 20 tahun itu mengambil dua tendangan sudut pada menit-menit akhir pertandingan.

Perancis mengalahkan Rusia di Saint Petersburg berkat dua gol dari Kylian Mbappe dan tendangan bebas Paul Pogba.

Pada musim ini kita juga telah menyaksikan dugaan tindakan rasis terhadap pemain Liverpool, Rhian Brewster, kala bertandang ke Spartak Moscow.

Kembali di tahun 2015, mantan penyerang Zenit St Petersburg, Hulk menegaskan dia secara teratur selalu menjadi sasaran rasisme di Rusia.

“Selalu ada sesuatu seperti ini (rasisme), datang dari para suporter lawan kami,” kata Hulk. “Jika hal seperti ini terjadi selama Piala Dunia, itu akan menjadi masalah besar.”

Pada tahun 2014, mantan bek Anzi Makhachkala, Chris Samba disanksi larangan dua pertandingan oleh Persatuan Sepakbola Rusia karena reaksinya terhadap aksi rasisme yang ditujukan kepadanya selama pertandingan melawan FC Torpedo.

Mengingat Piala Dunia akan dimulai kurang dari tiga bulan, isu rasis yang terjadi menjelang event empat tahunan itu pasti akan memperburuk citra Rusia sebagai tuan rumah.

Dengan Piala Dunia akan dimulai kurang dari tiga bulan lagi, di mana Rusia akan menghadapi Arab Saudi pada pertandingan pembukaan, aksi rasis terbaru yang dilakukan para fans Rusia akan semakin merusak reputasi tuan rumah yang telah dilanda skandal dalam beberapa tahun terakhir.