Piala Dunia 2026 belum memainkan satu pertandingan pun, tetapi sejumlah nama sudah lebih dulu mencuri perhatian. Dari para legenda yang mengejar babak terakhir karier mereka hingga generasi baru yang siap mengambil alih panggung sepak bola dunia.
Turnamen kali ini juga akan berbeda dari edisi sebelumnya. Sebanyak 48 negara akan bersaing dalam 104 pertandingan yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Di antara ribuan pemain yang tampil, ada beberapa sosok yang diperkirakan bakal menjadi pembeda.
Dari Hakimi hingga Bruno Fernandes
Kapten Maroko, Achraf Hakimi, kembali menjadi tumpuan Atlas Lions setelah membawa negaranya mencapai semifinal Piala Dunia 2022 dan final Piala Afrika. Bek kanan Paris Saint-Germain itu bahkan menegaskan target timnya adalah melampaui pencapaian bersejarah di Qatar.
Portugal juga datang dengan amunisi berbahaya. Walau Cristiano Ronaldo masih menjadi wajah utama tim, banyak pihak menilai Bruno Fernandes kini merupakan motor permainan yang sesungguhnya.
Gelandang Manchester United tersebut telah mencatat lebih dari 70 gol dan lebih dari 70 assist sejak bergabung ke Old Trafford pada 2020. Di usia 31 tahun, Fernandes diprediksi menjadi sosok sentral dalam permainan Portugal.
Trio Maut Prancis dan Munculnya Yamal
Prancis lagi-lagi memiliki stok pemain menyerang yang menakutkan.
Kylian Mbappe tetap menjadi andalan utama Les Bleus. Penyerang berusia 27 tahun itu masih menyimpan ambisi besar setelah gagal mengangkat trofi pada final Piala Dunia 2022 meski mencetak hattrick melawan Argentina.
Di sekelilingnya ada Ousmane Dembele dan Michael Olise.
Dembele datang dengan status pemenang Ballon d’Or 2025 serta dua gelar Liga Champions beruntun bersama PSG. Sementara Olise terus berkembang bersama Bayern Munchen dan dianggap sebagai salah satu winger terbaik dunia saat ini.
Dari Spanyol, perhatian tertuju kepada Lamine Yamal.
Sulit dipercaya bahwa pemain Barcelona itu baru berusia 18 tahun. Musim lalu ia mencatat 16 gol dan 11 assist di La Liga serta menambahkan enam gol dan empat assist di Liga Champions. Yamal sempat mengalami cedera hamstring, namun pelatih Luis de la Fuente memastikan sang pemain berada di jalur yang tepat untuk tampil pada laga pembuka Spanyol melawan Tanjung Verde pekan depan.
Brasil Bertumpu pada Vinicius dan Raphinha
Brasil membawa dua nama yang diprediksi menjadi penentu perjalanan mereka.
Vinicius Junior masih menjadi wajah utama lini depan Selecao. Winger Real Madrid itu mencatat 16 gol dan lima assist musim lalu serta mengaku siap memikul tanggung jawab besar yang kini melekat padanya.
Di belakangnya ada Raphinha yang tampil impresif bersama Barcelona. Pelatih Brasil Carlo Ancelotti bahkan menyebutnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia dalam membongkar pertahanan lawan.
Legenda Brasil Ronaldinho juga percaya Raphinha mampu menjadi sosok yang menentukan pertandingan di bawah tekanan besar.
Haaland Siap Menikmati Debut
Erling Haaland akhirnya berpeluang mencicipi atmosfer Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Norwegia terakhir kali tampil pada turnamen ini pada 1998, bahkan sebelum Haaland lahir. Kini striker Manchester City tersebut datang dengan koleksi lebih dari 160 gol sejak bergabung ke klub Inggris itu pada 2022.
“Saya belum pernah merasakan Norwegia bermain di Piala Dunia sepanjang hidup saya. Sudah waktunya,” kata Haaland.
Kane dan Bellingham Jadi Harapan Inggris
Inggris masih bertumpu pada Harry Kane sebagai mesin gol utama.
Penyerang Bayern Munchen itu telah mengoleksi 78 gol untuk tim nasional Inggris dan hampir menembus 100 gol bersama klub Jerman tersebut hanya dalam tiga musim.
Sementara Jude Bellingham dipandang sebagai masa depan Three Lions. Meski berstatus salah satu gelandang terbaik dunia, pelatih Thomas Tuchel menegaskan tempat Bellingham di tim utama tidak otomatis aman karena persaingan yang sangat ketat.
Messi dan Ronaldo, Babak Terakhir Dua Legenda?
Sorotan terbesar tetap mengarah kepada Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Messi akan menjalani Piala Dunia keenamnya bersama Argentina. Pemilik delapan Ballon d’Or itu masih menjadi figur utama juara bertahan meski tengah memulihkan kondisi hamstring yang sempat mengganggunya pada akhir Mei.
Di sisi lain, Ronaldo memasuki usia 41 tahun dan kemungkinan besar menjalani Piala Dunia terakhir dalam kariernya. Trofi Piala Dunia menjadi satu-satunya pencapaian besar yang belum pernah ia raih.
Ronaldo meminta publik tidak terlalu banyak menilai performa Portugal dari laga uji coba. Baginya, fokus utama baru akan terlihat ketika turnamen resmi dimulai.
Salah dan Guler Membawa Harapan Negaranya
Mohamed Salah kembali memimpin Mesir di panggung terbesar sepak bola dunia. Winger berusia 33 tahun itu bertekad membawa The Pharaohs menembus fase gugur untuk pertama kalinya.
Salah menegaskan target utama timnya adalah membuat rakyat Mesir bangga lewat penampilan terbaik di turnamen tersebut.
Sementara itu, Turki menggantungkan banyak harapan kepada Arda Guler.
Pemain berusia 21 tahun yang dinobatkan sebagai “Revelation of the Season” Liga Champions itu menjadi simbol kebangkitan Turki yang kembali tampil di Piala Dunia setelah absen selama 24 tahun.
Guler bahkan menegaskan bahwa Turki tidak takut menghadapi siapa pun di turnamen ini.
Opini Gilabola.com
Nama-nama seperti Messi, Ronaldo, dan Mbappe memang akan selalu menjadi pusat perhatian. Namun Piala Dunia sering melahirkan cerita dari sosok yang tidak terlalu diunggulkan.
Jika harus memilih pemain yang berpotensi membuat lompatan terbesar pada edisi 2026, Lamine Yamal dan Arda Guler layak mendapat perhatian khusus.
Keduanya datang dengan usia muda, kualitas elite, dan peran yang sangat besar di tim nasional masing-masing.
Di sisi lain, turnamen ini juga bisa menjadi panggung terakhir bagi Messi dan Ronaldo.
Itu saja sudah cukup menjadi alasan mengapa Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi salah satu edisi paling menarik dalam sejarah sepak bola.

