Penunjukan Slavko Vincic sebagai wasit final Piala Dunia 2026 menghadirkan kisah yang tak hanya soal prestasi. Di balik kepercayaan FIFA untuk memimpin laga akbar antara Spanyol vs Argentina, wasit asal Slovenia itu pernah terseret dalam penggerebekan narkoba dan prostitusi yang sempat menggemparkan publik pada 2020.
FIFA mengumumkan Vincic sebagai pengadil partai puncak yang berlangsung di MetLife Stadium, Minggu. Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menyampaikan keputusan tersebut melalui sebuah video yang kemudian ramai beredar di media sosial.
Momen itu membuat Vincic tampak emosional. Rekan-rekan sesama wasit langsung memeluk pria berusia 46 tahun asal Maribor tersebut usai namanya diumumkan secara resmi.
Rekam Jejak Wasit Final Kompetisi Elite
Penunjukan ini menambah daftar pertandingan bergengsi yang pernah dipimpin Vincic. Sebelumnya ia menjadi wasit final Liga Champions UEFA musim 2023/24 saat Real Madrid mengalahkan Borussia Dortmund 2-0 di Wembley Stadium.
Ia juga dipercaya memimpin final Liga Europa 2022 yang dimenangi Eintracht Frankfurt melalui adu penalti 5-4 atas Rangers.
Secara keseluruhan, Vincic telah memimpin 512 pertandingan profesional sepanjang kariernya.
Pernah Diamankan Saat Penggerebekan di Bosnia
Nama Vincic sempat menjadi sorotan enam tahun lalu ketika aparat kepolisian Bosnia dan Herzegovina melakukan penggerebekan di sebuah kabin di wilayah Bijeljina.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sembilan perempuan dan 26 laki-laki. Aparat juga menyita empat paket kokain, 10 pistol, tiga rompi pelindung, serta uang tunai lebih dari 10.000 euro.
Vincic ikut diamankan dan dimintai keterangan sebagai saksi. Namun, setelah proses pemeriksaan, pihak berwenang menyatakan dirinya tidak terlibat dalam aktivitas yang menjadi sasaran operasi sehingga ia dibebaskan.
Wasit Slovenia itu menjelaskan dirinya berada di lokasi karena memenuhi undangan makan siang yang menurut pemahamannya merupakan bagian dari agenda bisnis.
“Saya berada di peternakan itu secara kebetulan. Saya memiliki perusahaan sendiri dan datang ke Bosnia dan Herzegovina untuk urusan bisnis,” kata Vincic kepada media Slovenia, Vecer.
Ia mengaku menerima undangan makan siang yang belakangan justru menjadi penyesalan terbesar dalam hidupnya.
“Saya datang bersama rekan-rekan bisnis. Tiba-tiba polisi datang dan semua itu terjadi.”
Vincic juga menegaskan dirinya maupun rekan-rekan bisnisnya tidak memiliki hubungan dengan kelompok yang ditangkap. Setelah diperiksa sebagai saksi dan dipastikan tidak mengenal para tersangka, mereka diizinkan pulang.

