Pemain Timnas Inggris Larang Keluarganya Pergi ke Piala Dunia Rusia

Gilabola.com – Pemain Inggris Danny Rose mengungkapkan, dia meminta keluarganya untuk tidak datang ke Piala Dunia 2018 karena khawatir mereka akan mengalami pelecehan ras sehubungan dengan warna kulitnya di Rusia.

Pemain belakang Tottenham Hotspur Danny Rose mengatakan, dia sendiri sudah kebal terhadap tindak rasisme dan tidak berdaya untuk mencegahnya dan merasa sanksi terbaru FIFA terhadap Rusia sebagai hal yang “menjijikkan” dan “menggelikan”.

Kemuliaan sepak bola Rusia dirusak oleh berbagai insiden rasisme selama bertahun-tahun, terakhir saat FIFA mendenda federasi sepak bola mereka sebesar 22.000 pound (409 juta rupiah) karena nyanyian rasis yang ditujukan pada sejumlah pemain Perancis berkulit hitam ketika kedua negara itu bertarung pada bulan Maret.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
K9Win
K9Win

Perancis menang 3-1 atas Rusia di Stadion Krestovsky di St Petersburg, salah satu tempat untuk menggelar Piala Dunia musim panas ini. Dan Danny Rose menilai denda yang dijatuhkan kepada Rusia tidak mewakili semangat memberantas rasisme yang didengungkan FIFA selama ini.

Juga muncul kabar awal pekan ini bahwa FA telah didenda 16.000 pound (297 juta rupiah) oleh FIFA karena para pemain Inggris U-20 meneguk minuman energi yang tidak menjadi sponsor utama dalam Piala Dunia tahun lalu.

“Saya tidak khawatir soal diri saya sendiri,” kata Rose kepada Standard Sport menjelang Piala Dunia pertamanya. “Tetapi saya telah memberi tahu keluarga saya, saya tidak ingin mereka pergi ke Rusia karena rasisme dan hal lain yang mungkin terjadi.”

“Saya tidak ingin mencemaskan keselamatan keluarga saya ketika saya mencoba mempersiapkan diri untuk pertandingan.”

“Jika sesuatu terjadi pada saya, itu tidak akan memengaruhi, tapi tidak jika keluarga saya dilecehkan. Saya merasa baik-baik saja dengan apa pun yang mungkin atau tidak mungkin terjadi, dan saya suka berpikir saya akan dapat menghadapinya dengan cara yang benar.”

“Ayah saya sangat kesal. Saya dapat mengetahuinya dari nada bicaranya. Dia mengatakan dirinya mungkin tidak pernah mendapatkan kesempatan lagi untuk datang dan menonton saya di Piala Dunia. Sangat emosional bagi saya mendengar hal itu. Sungguh menyedihkan.”

“Denda 22.000 pound (409 juta rupiah) itu menjijikkan,” tambahnya. “Apa yang mereka (FIFA) harapkan? Saya tidak ingin terdengar arogan, tetapi jika saya didenda Rp 409 juta, itu tidak ada bedanya. Sebuah negara yang didenda 409 juta rupiah itu hanya jadi bahan tertawan.”