Site icon Gilabola.com

Pochettino Tak Mau Jemawa, Amerika Serikat Waspadai Ancaman Paraguay pada Laga Pembuka

Mauricio Pochettino dan Christian Pulisic pemain Timnas Amerika Serikat

Christian Pulisic tidak ingin Amerika Serikat hanya dikenal sebagai tim yang bermain atraktif di Piala Dunia 2026. Menjelang pertandingan pembuka melawan Paraguay, sang kapten menegaskan timnya sudah siap menghadapi pertarungan yang keras.

Amerika Serikat akan membuka perjalanan mereka di Grup D dengan menghadapi Paraguay di Los Angeles, Sabtu (13/6/2026) pukul 08.00 WIB. Pertandingan itu juga menjadi laga pertama Piala Dunia 2026 yang digelar di wilayah Amerika Serikat dan akan diawali dengan seremoni pembukaan bergaya Hollywood.

Pulisic menilai skuad Amerika Serikat memiliki kualitas untuk bersaing dengan siapa pun di turnamen ini. Namun, ia sadar kemampuan teknis saja tidak cukup saat menghadapi lawan-lawan tangguh.

“Kami ingin menjadi kekuatan nyata di turnamen ini,” ujar Pulisic.

“Kami tahu harus siap bertarung. Ini bukan hanya soal memainkan sepak bola yang indah.”

Pochettino Waspadai Mental Kuat Paraguay

Meski menjadi tim dengan peringkat terendah di Grup D, Paraguay tetap mendapat respek tinggi dari kubu Amerika Serikat.

Pelatih Mauricio Pochettino mengingatkan bahwa Paraguay telah menunjukkan kualitasnya sepanjang kualifikasi. Ia menyoroti kemenangan tim Amerika Selatan itu atas Argentina dan Brasil sebagai bukti bahwa mereka bukan lawan yang bisa diremehkan.

Menurut Pochettino, kekuatan terbesar Paraguay terletak pada mentalitas dan daya saing mereka.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

“Besok akan menjadi pertandingan yang sangat sulit karena Paraguay bukan hanya kompetitif dan agresif, mereka juga memiliki kualitas yang bagus,” kata Pochettino.

Pelatih asal Argentina itu memiliki kedekatan emosional dengan Paraguay karena pernah bermain bersama banyak pemain Paraguay saat membela Newell’s Old Boys.

Pulisic Kembali Percaya Diri

Jelang Piala Dunia, Pulisic datang dengan modal positif. Setelah sempat mengalami paceklik gol selama lima bulan, pemain andalan Amerika Serikat itu tampil impresif dalam kemenangan uji coba 3-2 atas Senegal bulan lalu.

Pada pertandingan tersebut, ia mencatatkan satu gol dan satu assist.

Amerika Serikat diperkirakan akan mengandalkan Folarin Balogun di lini depan. Penyerang Monaco itu kemungkinan didukung Pulisic dan Sergino Dest dari kedua sisi lapangan.

Di lini tengah, Weston McKennie, Malik Tillman, dan Tyler Adams diprediksi menjadi andalan untuk mengontrol permainan.

Paraguay sendiri membawa sejumlah nama berbahaya seperti Miguel Almiron dan Julio Enciso. Tim asuhan Gustavo Alfaro juga memiliki bek berpengalaman Omar Alderete serta Gustavo Gomez yang menjadi pemimpin di sektor pertahanan.

Alfaro dikenal menerapkan permainan sederhana dan langsung dengan memanfaatkan bola-bola udara sebagai salah satu senjata utama.

“Paraguay adalah tim yang hebat dan ujian yang sangat bagus bagi kami,” kata Pulisic.

“Kami tahu kemampuan yang kami miliki, sekarang saatnya menunjukkan itu.”

Pochettino Pasang Target Tinggi

Pochettino tidak tertarik berbicara soal target lolos dari fase grup. Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Paris Saint-Germain itu menegaskan standar yang dipasangnya jauh lebih tinggi.

Baginya, kesuksesan hanya bisa diukur dengan kemenangan.

“Kesuksesan bagi saya adalah menang. Menang besok, lalu menang lagi setelahnya,” ujar Pochettino.

“Kalau kami tidak mencapai final dan tidak memenangkan Piala Dunia, apakah itu bisa disebut sukses? Saya tidak tahu.”

Opini Gilabola.com

Pernyataan Pulisic dan Pochettino menunjukkan bahwa Amerika Serikat datang ke Piala Dunia 2026 dengan mentalitas berbeda dibanding edisi-edisi sebelumnya.

Mereka tidak lagi sekadar ingin tampil baik sebagai tuan rumah. Target yang disampaikan Pochettino bahkan mengarah ke level tertinggi.

Meski demikian, Paraguay tampaknya bukan lawan ideal untuk dijadikan batu loncatan.

Karakter permainan yang keras, disiplin, dan agresif bisa membuat laga pembuka berjalan jauh lebih rumit daripada yang dibayangkan banyak pendukung Amerika Serikat.

Jika mampu melewati ujian pertama ini dengan meyakinkan, barulah ambisi besar AS layak mendapat perhatian serius.

Exit mobile version