Prediksi Grup E Piala Dunia 2018: Brasil, Swiss, Kosta Rika, Serbia

Brasil mungkin menjadi pemenang lima kali Piala Dunia dan difavoritkan untuk meraih yang keenam di Rusia tahun ini tetapi Selecao belum memiliki perpaduan yang tepat untuk sukses, kata pemenang Piala Dunia tiga kali Pele pada hari Rabu.
Berita Terkini - Brasil mungkin menjadi pemenang lima kali Piala Dunia dan difavoritkan untuk meraih yang keenam di Rusia tahun ini tetapi Selecao belum memiliki perpaduan yang tepat untuk sukses, kata pemenang Piala Dunia tiga kali Pele pada hari Rabu.

Berita Terbaru – Piala Dunia 2018 segera dimulai dan inilah prediksi untuk Grup E yang diisi Brasil, Swiss, Kosta Rika, dan Serbia. Siapa yang akan mendampingi tim Samba lolos ke putaran berikutnya?

Brasil hampir dipastikan lolos dari Grup E, jika tak ada kejutan. Namun siapa yang akan menemani Selecao ke babak sistem gugur? Kosta Rika, Serbia atau Swiss?

Brasil

Rasa muram yang melanda Brasil setelah kekalahan 7-1 dari Jerman di Piala Dunia 2014 sudah lama berlalu. Mereka adalah tim pertama yang memastikan diri lolos kualifikasi ke Rusia dan memiliki rangkaian kemenangan yang mengesankan sepanjang periode itu, termasuk menang 3-0 atas Argentina.

Itu adalah masuknya Tite sebagai pelatih kepala pada September 2016 yang menghidupkan kembali Brasil. Di bawah kepemimpinannya, ada 13 kemenangan, tiga imbang dan hanya satu kekalahan, yakni laga persahabatan melawan Argentina.

Pemain kunci: Neymar (PSG). Ia seharusnya berada di puncak permainannya di Rusia. Sang pemain depan akan memiliki kesempatan terbaik untuk menggulingkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo jika Brasil juara.

Advertisement

Pelatih: Adenor Bacchi. Secara universal dikenal sebagai Tite. Ia mengubah Brasil menjadi salah satu favorit. Lupakan skuad Dunga tahun 2014 yang sangat bergantung pada Neymar. Brasil sekarang jauh lebih seimbang.

Swiss

Tim ini menargetkan sesuatu, bukan hanya jadi penggembira di Piala Dunia 2018. Perempat final adalah target yang realistis. Skuad Swiss diperkuat oleh para pemain inti dari tim yang menjadi juara dunia U17 dan memiliki kedalaman bermain di turnamen semacam ini.

Petualangan mereka di ajang Piala Dunia dan Euro sejauh ini selalu berakhir di babak 16 besar. Swiss terakhir kali memenangkan laga sistem gugur Piala Dunia pada tahun 1954, dan itu hanya dalam kelompok play-off sebagai negara tuan rumah.

Para kritikus bisa merujuk pada bagaimana Swiss lolos ke Rusia: Sembilan kemenangan beruntun dalam sebuah grup yang lemah, dan play off melawan Irlandia Utara harus diputuskan oleh penalti yang meragukan.

Tim yang seimbang sepertinya membutuhkan bek tengah yang berkualitas tinggi dan pencetak gol yang andal. Pemain Basel Manuel Akanji mungkin bek yang dimaksud.

Pemain kunci: Valon Behrami (Udinese). Ini adalah Piala Dunia keempat berturut-turut bagi sang pemain senior yang bertugas sebagai panutan untuk skuad muda Swiss. Ia mampu berbicara dalam tiga bahasa utama di Swiss. Ketidakhadirannya sangat terasa ketika kalah di Portugal.

Pelatih: Vladimir Petkovic. Pelatih Bosnia yang tak sama sekali tak dikenal ini sekarang tampaknya semakin percaya diri setelah tiga tahun menggantikan dua kali manajer juara Liga Champions, Ottmar Hitzfeld.

Kosta Rika

Negara kecil Amerika Tengah itu mencapai perempat final Piala Dunia empat tahun lalu, kalah dari Belanda dalam adu penalti. Ini akan menjadi penampilan kelima Kosta Rika di ajang Piala Dunia, sangat mengesankan untuk sebuah negara dengan populasi hanya di bawah 5 juta. Bryan Ruiz adalah ancaman terbesar di lini serang, sementara Celso Borges adalah kekuatan lini tengah.

Namun, laga persahabatan di bulan November lalu sama sekali tidak menggembirakan, kalah 5-0 dari Spanyol dan 1-0 dari Hungaria.

Pemain kunci: Keylor Navas (Real Madrid). Mungkin pemain paling terkenal di skuad ini. Penampilan hebatnya saat Piala Dunia di Brasil memastikannya pindah ke Madrid pada 2014.

Pelatih: Oscar Ramirez. Mantan gelandang timnas mengambil alih skuad setelah Paulo Wanchope mengundurkan diri usai sebuah perkelahian pasca-pertandingan.

Serbia

Serbia lolos kembali ke putaran final Piala Dunia setelah delapan tahun, kedua kalinya sejak merdeka pada tahun 2006. Skuad terampil ini menjadi pencetak gol terbanyak – 20 – dalam grup kualifikasi mereka, dengan Aleksandar Mitrovic top skor dengan enam gol, meninggalkan Irlandia, Wales dan Austria.

Slavoljub Muslin baru saja disingkirkan sebagai pelatih meskipun satu musim kualifikasi yang sukses, dengan Mladen Krstajic menjadi bos sementara.

Pemain kunci: Branislav Ivanovic (Zenit St Petersburg). Pengalaman defensif selama karir cemerlangnya untuk Chelsea sangat bermanfaat di lini pertahanan. Ia bermain dalam 10 pertandingan kualifikasi Piala Dunia.

Prediksi: Brasil dan Swiss lolos karena kekuatan kualitas pemainnya dibandingkan Serbia dan Kosta Rika. Bukan tanpa alasan Swiss menduduki posisi No 6 dalam ranking FIFA bulan Juni. Mereka tak terkalahkan sejak Juni 2016.