Rusia Mungkin Tuan Rumah Piala Dunia Terburuk

Koran Moscow Times menurunkan laporan yang memedihkan hati soal peluang lolos timnas Rusia ke babak berikutnya di Piala Dunia 2018.
Koran Moscow Times menurunkan laporan yang memedihkan hati soal peluang lolos timnas Rusia ke babak berikutnya di Piala Dunia 2018.

Berita Terbaru – Kecuali Afrika Selatan tahun 2010, Rusia mungkin tuan rumah Piala Dunia terburuk. Saking putus asanya, Rusia memanggil kembali pemain berusia 39 tahun untuk memperkuat lini belakang skuadnya.

Piala Dunia akan dimulai Kamis malam pukul 22.00 WIB dengan pertandingan Grup A antara Rusia vs Arab Saudi. Namun sementara ada kegembiraan fans di sekitar turnamen, pesimisme mewarnai peluang negara tuan rumah.

Moscow Times hari Rabu menyajikan satu analisa suram soal tim nasional di bawah judul, ‘Semakin tua dan tidak berpengalaman: Alasan mengapa Rusia ditakdirkan gagal’. Di dalam koran itu disajikan spekulasi tentang apakah ini adalah generasi pemain terburuk yang pernah ada dalam sejarah sepakbola nasional Rusia.

Rusia berhasil mencapai semifinal Euro 2008, tetapi belum pernah berhasil melewati babak penyisihan grup turnamen besar mana pun sejak saat itu.

Pertahanan mereka melibatkan sejumlah pemain tua, termasuk pemanggilan kembali Sergei Ignashevich yang akan berusia 39 tahun saat turnamen ini berlangsung, meskipun gelandang kreatif Alexander Golovin dan Alan Dzagoev adalah dua pemain skuad yang paling menjanjikan.

Tekanan adalah pada tuan rumah untuk meraih poin melawan Arab Saudi, tim peringkat kedua terendah dalam kompetisi ini, sebelum mereka menghadapi tim Mesir di bawah pimpinan Mohamed Salah dan skuad Uruguay yang kuat.

Di negara yang luas dengan hampir 145 juta orang penduduk, di mana sepakbola adalah olahraga paling populer meskipun ada persaingan ketat dari hoki es, pasti ada banyak bakat yang menunggu untuk digali dan ditemukan. Tetapi peluang mereka untuk menarik perhatian hampir mendekati nol.

Inti masalahnya bukan finansial. Banyak uang sudah dihabiskan untuk memajukan sepakbola Rusia belakangan ini, terutama sejak negara itu dianugerahi hak menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2010, tetapi sepertinya tidak dibelanjakan dengan bijak. Mirip dengan satu negara yang kita kenal dengan baik.

Alih-alih berinvestasi di akademi bola, pelatihan para remaja dan pembangunan lapangan pelatihan berkualitas, termasuk fasilitas dalam ruangan seperti yang dilakukan negara kejutan Islandia, semua uang itu disia-siakan untuk membeli pemain asing yang mahal, biaya agen dan gaji yang tidak proporsional.

Akibatnya, hanya sedikit saja pemain Rusia yang bisa secara teratur tampil di level yang layak, sementara mereka yang bisa mencapai puncak kehilangan motivasi untuk memperbaiki diri karena sudah memperoleh gaji besar dan gaya hidup mewah.

Sangat menarik untuk membandingkan situasi saat ini dengan situasi awal 1990-an, setelah Uni Soviet bubar. Pada saat itu sepakbola Rusia berada dalam kondisi ekonomi yang buruk dan para pemain bermimpi pindah ke Eropa Barat. Para pemain Rusia paling berbakat menemukan diri mereka di liga-liga top, seperti Igor Shalimov dan Igor Kolyvanov di Serie A, Andrei Kanchelskis di Liga Inggris, Valery Karpin, Aleksandr Mostovoi dan Viktor Onopko di La Liga, dan Sergei Kiryakov di Bundesliga.

Yang lain pergi mencari nafkah di liga yang lebih rendah seperti Israel. Tempat mereka di Liga Rusia kemudian diambil oleh anak-anak muda dan, sementara tingkat sepakbola tidak terlalu bagus, mereka menikmati banyak kesempatan untuk berkembang.

Kini mereka akan mencoba peruntungan mereka pada laga perdana melawan negara Asia yang sama tak dijagokannya. Sebuah upacara pembukaan akan mendahului pertandingan Rusia vs Arab Saudi, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin juga akan hadir di Stadion Luzhniki Moskow.