Site icon Gilabola.com

Suporter Gli Azzurri Ngamuk Usai Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia untuk Ketiga Kalinya Secara Beruntun

Suporter Timnas Italia

Gilabola.com – Tim nasional Italia kembali menelan kekecewaan besar setelah dipastikan tidak lolos ke putaran final Piala Dunia FIFA 2026. Kekalahan 1-2 dari Bosnia dan Herzegovina dalam laga playoff Eropa yang berakhir lewat adu penalti menjadi penentu kegagalan tersebut.

Italia sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Moise Kean membuka keunggulan pada menit ke-15. Namun situasi berubah drastis setelah Alessandro Bastoni menerima kartu merah pada menit ke-41, yang membuat momentum beralih ke kubu lawan.

Bermain dengan 10 orang, Italia tetap berusaha mengendalikan permainan. Kean sempat memiliki peluang untuk memperbesar keunggulan, tetapi gagal memanfaatkannya. Kesempatan yang terbuang itu akhirnya menjadi titik balik, karena Bosnia dan Herzegovina berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-79.

Laga kemudian ditentukan melalui adu penalti. Tekanan besar tampak memengaruhi para pemain Italia. Pio Esposito gagal mencetak gol setelah tendangannya melambung, sementara Bryan Cristante hanya mengenai mistar. Sebaliknya, seluruh penendang Bosnia dan Herzegovina sukses menjalankan tugasnya dan memastikan kemenangan.

Hasil ini membuat Bosnia dan Herzegovina melaju ke Piala Dunia 2026 dan akan memulai perjalanan mereka di Grup B menghadapi tuan rumah Kanada.

Kegagalan ini semakin memperpanjang catatan buruk Italia di ajang Piala Dunia. Setelah menjuarai edisi 2006, mereka tersingkir di fase grup pada 2010 dan 2014, lalu gagal lolos pada 2018, 2022, dan kini 2026.

Kemarahan Suporter Italia Meledak

Kegagalan kembali ini memicu reaksi keras dari para pendukung Italia. Banyak yang menilai filosofi permainan tim nasional sudah tidak relevan dan mendesak adanya perubahan besar di tubuh federasi.

Sejumlah suporter mengenang masa kejayaan Italia yang dulu menjadi salah satu tim paling ditakuti di dunia, sejajar dengan Brasil dan Spanyol. Kini, mereka mempertanyakan penurunan performa yang dianggap tidak wajar.

Kritik juga diarahkan kepada federasi sepak bola Italia yang dinilai memiliki sistem dan pola pikir yang bermasalah. Beberapa pendukung bahkan menyebut pendekatan sepak bola Italia sudah ketinggalan zaman.

Selain itu, kondisi kompetisi domestik turut menjadi sorotan. Banyak yang menilai Serie A tidak lagi memberi ruang cukup bagi pemain lokal, karena lebih mengandalkan pemain impor berpengalaman yang tidak berkontribusi untuk tim nasional.

Ada pula yang menilai penurunan kualitas liga berjalan seiring dengan merosotnya performa tim nasional, ditambah masalah cedera yang kerap menghambat perkembangan pemain muda berbakat Italia.

Gattuso Sampaikan Permintaan Maaf

Pelatih kepala Gennaro Gattuso menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah kegagalan ini. Gattuso, yang merupakan bagian dari skuad juara dunia 2006, ditunjuk sebagai pelatih pada musim panas lalu menggantikan Luciano Spalletti.

Dalam pernyataannya usai pertandingan, Gattuso mengaku kecewa namun tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya.

Ia menegaskan tidak ingin membahas wasit atau faktor lain, meski merasa hasil pertandingan terasa tidak adil. Menurutnya, para pemain telah menunjukkan semangat juang tinggi dalam kondisi sulit.

Gattuso juga secara pribadi meminta maaf karena gagal membawa Italia tampil di Piala Dunia. Ia menambahkan bahwa tampil di Amerika Serikat merupakan target penting, dan meski performa tim layak diapresiasi, hasil ini tetap menyakitkan.

Exit mobile version