Gilabola.com – Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel memberikan peringatan untuk para pemain bahwa skuad yang akan dibawanya ke Piala Dunia 2026 tidak hanya akan ditentukan oleh bakat, tapi juga kepribadian, kemampuan sosial, dan kesiapan menerima peran.
Sisa lima bulan lagi menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan mereka berada di satu grup bersama Kroasia, Ghana, dan Panama, yang di atas kertas harusnya bisa mereka lewati.
Menuju turnamen besar ini, skuad The Three Lions hanya akan memiliki dua laga ujicoba tersisa yang akan berlangsung pada bulan Maret sebelum skuad final untuk Piala Dunia diumumkan.
Di babak kualifikasi, Thomas Tuchel sudah berhasil membawa skuad Inggris lolos sebagai juara grup dengan rekor yang luar biasa, sapu bersih delapan pertandingan dengan 22 gol tanpa kebobolan!
Tentu saja dengan pencapaian mentereng, performa konsisten, dan juga bakat yang luar biasa yang mereka miliki, Inggris menjadi salah satu favorit di Piala Dunia 2026 mendatang.
Seleksi Bukan Sekadar Kualitas di Lapangan
Tuchel sebelumnya menegaskan ambisi membentuk sebuah ‘brotherhood’ di skuad Inggris, yakni kelompok pemain yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga solid secara emosional dan hubungan sosial antarpersonal.
Menurut taktisi asal Jerman itu, pengalamannya di turnamen besar menunjukkan bahwa faktor non-teknis sering kali menjadi pembeda antara tim yang tersingkir dini dan tim yang melaju jauh.
Persiapan Inggris di Piala Dunia 2026
- Pelatih: Thomas Tuchel
- Sisa uji coba: 2 laga (Maret)
- Fase grup Piala Dunia: Kroasia, Ghana, Panama
- Lokasi pemusatan latihan: Florida
- Target: Gelar Piala Dunia kedua
Tuchel menilai kesuksesan sering datang ketika komunikasi antar pemain berjalan baik, peran setiap pemain jelas, dan seluruh anggota tim merasa nyaman berada bersama dalam waktu lama.
Jadi, mantan pelatih Chelsea, PSG, dan Bayern Munchen itu memberikan peringatan tegas kepada para pemain bahwa dalam seleksi skuad untuk Inggris, bakat bukan satu-satunya pertimbangan utama.
Kemampuan menjadi rekan setim yang mendukung, menerima peran pendukung, serta menjaga atmosfer positif di ruang ganti menjadi aspek utama yang terus dia timbang untuk memutuskan skuadnya.
Tuchel memperkirakan jika Inggris melaju jauh di Piala Dunia 2026, skuad akan menghabiskan waktu bersama enam hingga delapan pekan, jadi keharmonisan tim sangat penting karena bisa berpengaruh pada performa.
Pendapat Kami
Sejarah sudah membuktikan bahwa kumpulan bakat besar saja tidak cukup, seperti yang terjadi pada era keemasan Inggris di masa Scholes, Gerrard, dan Lampard. Jadi, Tuchel mengambil keputusan yang benar untuk mempertimbangkan faktor kepribadian dan kemampuan sosial yang sama pentingnya seperti bakat untuk bisa meraih kesuksesan.

