Timnas Jerman Kehilangan Antusiasme Pada Piala Dunia 2018

Berita Bola, Timnas Jerman, Piala Dunia 2018
Berita Bola - Para pemain Timnas Jerman saat duduk di bangku cadangan dalam Piala Dunia 2018.

Berita Bola – Joachim Loew menilai anak asuhnya kurang antusias kala melakoni Piala Dunia 2018 sehingga akhirnya Timnas Jerman gagal mempertahankan gelar juaranya dan pulang lebih awal.

Die Mannschaft pulang lebih dulu dari Rusia usai tersingkir di fase grup, meraih hanya satu kemenangan dari tiga laga, saat melawan Swedia.

Usai pernyataan pensiun dari Mesut Ozil dan Mario Gomez, Loew selaku manajer timnas harus membangun skuad anyar dengan memanggil Thilo Kehrer, Kai Havertz dan Nico Schulz serta Leroy Sane untuk turnamen Liga Bangsa-bangsa pada bulan September.

Sang pelatih mengungkap situasi tim yang terjadi pada Juni dan Juli kemarin dan berharap hal yang sama tidak terulang lagi pada pertandingan pertama melawan Prancis pada awal September nanti.

BACA:  Jerman Bisa Terdegradasi di UEFA Nations League, Begini Skenarionya

“Jika Anda ingin memenangi sebuah turnamen, Anda sepenuhnya butuh antusiasme. Anda harus bersemangat,” ucap Loew.

“Pada turnamen [Piala Dunia] ini, kami tidak mampu stimulus baru, [tidak bisa] membakar semangat baru.”

“Kami kehilangan intensitas yang tinggi. Kami bermain kurang langsung dan di atas segalanya, bermain terlalu lamban. Membutuhkan waktu lebih lama dalam membawa bola dan melakukan passing.”

“Kami memiliki lebih banyak tembakan ke arah gawang dibandingkan Piala Dunia 2010 dan 2014 tapi tidak pernah mencetak gol sama banyaknya.”

Masalah Timnas Jerman dituding karena Joachim Loew juga

Bekas kapten timnas, Philipp Lahm, pernah menuding buruknya hubungan Joachim Loew dengan para pemain menjadi alasan penampilan buruk di Piala Dunia 2018, tapi sang juru taktik membantah anggapan tersebut.

BACA:  Jerman Bisa Terdegradasi di UEFA Nations League, Begini Skenarionya

“Lahm menelepon saya dan menjelaskan maksud dari perkataannya. Ia tahu apa yang penting bagi saya dalam masalah kepemimpinan,” tambah Low.

“Kami telah banyak bekerja dengan para pemain muda. Saya sudah tahu apa yang dibutuhkan dalam kepemimpinan tim dan bagaimana menjalin hubungan dengan para pemain muda.”

“Dialog selalu menjadi cara saya. Terkadang situasinya berbeda, tapi saya bisa menjalin hubungan dengan para pemain.”