Tundukkan Brasil, Bos Belgia Sebut Anak Buahnya Sebagai Pahlawan

Pelatih Belgia Roberto Martinez sangat puas dengan penampilan pemainnya saat kalahkan Brasil 2-1, Sabtu (7/7) dini hari WIB.
Pelatih Belgia Roberto Martinez sangat puas dengan penampilan pemainnya saat kalahkan Brasil 2-1, Sabtu (7/7) dini hari WIB.

Berita Bola – Usai menundukkan Brasil 2-1 pada babak perempat final Piala Dunia 2018, bos Belgia Roberto Martinez mengklaim anak buahnya layak disebut sebagai pahlawan negaranya.

Belgia mencabik-cabik Brasil melalui sejumlah serangan balik pada babak pertama, sebelum bertahan mati-matian pada babak kedua untuk menutup kemenangan 2-1 yang mengesankan.

Gol bunuh diri Fernandinho membuat Belgia unggul lebih dulu di menit ke-14 sebelum Kevin De Bruyne mencetak gol kedua yang brilian di menit ke-31, tetapi mereka melakoni menit-menit akhir yang menegangkan setelah Renato Augusto mampu memperkecil ketertinggalan di menit ke-76.

“Mereka (anak-anak Belgia) tampil hebat. Ada semangat yang luar biasa di sana. Saya pikir tak sedikit pun mereka akan menyerah,” kata Martinez.

“Anda harus menerima bahwa Brasil memiliki begitu banyak kualitas dan kemahiran. Mereka bisa menghancurkan Anda, tetapi kami tidak pasrah. Tidak satu menit pun (Belgia) akan menyerah.”

“Para pemain ini layak dijuluki pahlawan di Belgia. Pelaksanaan taktik sangat luar biasa. Ini istimewa. Kami tidak boleh mengecewakan rakyat Belgia. Kita bisa menceritakan ini ke anak cucu cicit kami bahwa kami mengalahkan Brasil.”

Belgia selanjutnya akan menghadapi Prancis di Saint Petersburg pada hari Selasa saat mereka berusaha merebut satu jatah final untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Tim saat ini dijuluki ‘generasi emas’ dalam beberapa tahun terakhir, tetapi kalah pada dua perempat final turnamen besar terkininya, masing-masing melawan Argentina empat tahun lalu dan Wales pada Euro 2016.

Anak asuh Martinez menyelesaikan semua itu di Kazan Arena, menyamai pencapaian terbaik Belgia sebelumnya saat mereka mencapai empat besar Piala Dunia pada tahun 1986.

“Saya tahu tidak akan mudah untuk bermain melawan Brasil,” tambah pemain tengah De Bruyne.

“Tapi kami luar biasa pada babak pertama dan mereka mengubah taktik pada babak kedua. Kami menunjukkan karakter kami setelah mereka mencetak gol. Kami melakukan dengan sangat baik saat menyerang dari dalam, itu sangat indah. Kami di sini mencoba memenangkan Piala Dunia dan sangat kompak.”

BACA:  Kevin De Bruyne Yakin Siap Hadapi Chelsea Bulan Depan