Uruguay vs Portugal, Percaya Ramalan Dukun Unta atau Dukun Kucing?

Shaheen si Unta dan Achilles si kucing meramalkan hasil berbeda untuk laga Uruguay vs Portugal di Piala Dunia 2018.
Shaheen si Unta dan Achilles si kucing meramalkan hasil berbeda untuk laga Uruguay vs Portugal di Piala Dunia 2018.

Jelang Uruguay vs Portugal nanti malam, dua dukun ini diminta meramal siapa pemenangnya. Gawatnya, dua-duanya tak sepakat. Tinggal kamu percaya Shaheen si unta atau Achilles si kucing.

Melanjutkan tugas-tugas tak dibayar mereka sebelumnya, Shaheen, unta di kebun binatang Dubai, dan Achilles di Museum Sochi Rusia diminta memilih antara dua bendera, Uruguay atau Portugal. Hasilnya bikin pusing karena Shaheen menyenggol bendera Uruguay, sementara Achilles makan dari mangkuk Portugal. Lihat dua prediksi mereka di bawah ini.

Pelatih Portugal Fernando Santos mengaku tak memiliki masalah skuad Portugal-nya, meski mereka hanya menang satu saja dari tiga laga babak penyisihan grup.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Menjelang pertandingan Sabtu, dia tahu Ronaldo dan pemain depan lainnya harus dalam kondisi prima untuk mengecewakan tim Uruguay yang belum kebobolan satu gol pun di Piala Dunia ini, dan menghancurkan Rusia dengan skor 3-0, pekan lalu

“Mereka adalah skuad khas Amerika Selatan,” kata Santos. “Bukan hanya di Piala Dunia ini saja mereka belum kebobolan gol. Sudah seperti itu untuk seluruh tahun 2018. Oscar Tabarez adalah manajer internasional terlama. Itu berarti dia memiliki hubungan yang sangat kuat dengan para pemainnya.”

Salah satu kekhawatiran terbesar Uruguay adalah Ronaldo, yang sudah mencatatkan empat gol di turnamen sejauh ini, dan bisa saja menambah jumlah golnya jika dia tidak gagal mengeksekusi penalti babak kedua saat melawan Iran.

Tabarez, yang sudah 14 tahun menjadi manajer Uruguay dalam dua periode berbeda, merancang timnya untuk menahan pemenang Ballon D’Or lima kali itu.

“Cristiano Ronaldo adalah salah satu striker terbaik di dunia,” kata Tabarez. “Tidak ada satu pun pemain yang bisa menahannya di sana. Bukan hanya [Diego] Godin. Kami harus bekerja secara kolektif untuk mencoba dan menahannya atau untuk mencoba dan membatasi efek yang dia memiliki.”