Wasit Berhak Bubarkan Laga Piala Dunia Jika Ada Insiden Rasis

Wasit kini ditegaskan berhak kapan saja membubarkan suatu laga saat ia memimpin di ajang Piala Dunia 2018 jika ada insiden rasis. Sistem pemantau dan sanksi langsung sudah dipersiapkan oleh pihak FIFA.
Berita Terkini - Wasit kini ditegaskan berhak kapan saja membubarkan suatu laga saat ia memimpin di ajang Piala Dunia 2018 jika ada insiden rasis. Sistem pemantau dan sanksi langsung sudah dipersiapkan oleh pihak FIFA.

Berita Terbaru – Wasit kini ditegaskan berhak kapan saja membubarkan suatu laga saat ia memimpin di ajang Piala Dunia 2018 jika ada insiden rasis. Sistem pemantau dan sanksi langsung sudah dipersiapkan oleh pihak FIFA.

Sosok Presiden badan sepakbola dunia FIFA, Gianni Infantino, adalah yang menegaskan langsung bahwa wasit yang bertugas di Piala Dunia 2018 kali ini memang berhak bubarkan pertandingan jika ada insiden rasisme. Kali ini mereka tak ingin dianggap main-main soal rasisme.

Pihak negara tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia sendiri memang sudah kadung dikenal dengan reputasi cukup buruk mereka kalau berurusan dengan masalah rasisme. Beberapa kali insiden pelecehan rasis terjadi di negeri timur Eropa yang orang-orangnya gahar tersebut.

Gianni Infantino tak mau melihat kejadian yang sama terjadi lagi pada semua pertandingan di Piala Dunia 2018. Infantino menyatakan bahwa wasit akan melakukan langkah-langkah yang sudah ditetapkan jika ada kejadian lagi, kalau perlu sampau membubarkan laga sekalian.

“Saya tidak berkata kalau kami khawatir dengan diskriminasi ya, hak asasi manusia dan keamanan tapi kami memperlakukan mereka dengan sangat serius juga. Kami sudah mengambil tindakan yang tepat dalam proses persiapan kali ini,” tegas Infantino melalui Sky Sports.

Wasit pemimpin pertandingan ia tegaskan PUNYA KUASA PENUH untuk menentukan status laga yang ia pimpin apabila ada insiden rasisme. Ia ingin apa yang ia sampaikan tersebut bisa sekalian jadi peringatan bagi semua suporter.

“Kami (FIFA) sudah memiliki prosedur yang jelas, termasuk mengenai tiga langkah bagi wasit yang bisa menghentikan, menunda atau bahkan membatalkan laga sekalian kalau nantinya memang terjadi diskriminasi. Kami juga memiliki sistem pemantau dan sanksi langsung jika sesuatu akhirnya terjadi.”

“Kami tetap berharap jika hal itu tidak akan terjadi lagi dan semua orang telah diingatkan bahwa jika itu terjadi maka ada konsekuensi yang sangat serius kami berikan,” pungkasnya main ancam.