Zlatan Ibrahimovic Salahkan Media Soal Pencoretan Dirinya

Zlatan Ibrahimovic menyalahkan media-media asal Swedia sehingga dirinya tidak dipanggil Janne Andresson ke turnamen Piala Dunia 2018 Rusia.
Berita Terkini - Zlatan Ibrahimovic menyalahkan media-media asal Swedia sehingga dirinya tidak dipanggil Janne Andresson ke turnamen Piala Dunia 2018 Rusia.

Gilabola.com – Zlatan Ibrahimovic menyalahkan media-media asal Swedia sehingga dirinya tidak dipanggil Janne Andresson ke turnamen Piala Dunia 2018 Rusia.

Penyerang LA Galaxy itu awalnya menyatakan pensiun membela negara pasca gagal di kompetisi Euro 2016 Perancis, tersingkir di fase grup.

Namun jelang pemanggilan skuad untuk terbang ke Rusia, Ibrahimovic mengaku siap untuk kembali membela Swedia. Ia bahkan berani sesumbar bahwa tanpa kehadiran dirinya, Piala Dunia nanti akan terasa hambar.

Pada kenyataannya pelatih Janne Andersson menutup pintu untuk bekas striker AC Milan, Juventus, FC Barcelona, Inter Milan, Ajax Amsterdam, Manchester United dan Paris Saint-Germain ini.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Akan tetapi pemegang rekor pencetak gol terbanyak bagi Blagult ini menyalahan media-media asal Swedia yang kontra dengan kembalinya Zlatan Ibrahimovic ke tim nasional.

“Saya pikir ini merupakan pesta terbesar di dunia sepak bola, dengan bermain di Piala Dunia,” ujar Ibrahimovic. “Semua pemain terbaik berada di sana. [Sedangkan] Zlatan tidak. Seharusnya ia berpartisipasi, tapi kenyataannya tidak.”

“Media berkata mereka [timnas Swedia] lebih baik tanpa kehadiran saya. Jadi itu sebabnya saya percaya dengan mereka.”

“Ini lah mentalitas media-media Swedia. Saya tidak mempunyai nama khas Swedia. Saya tidak memiliki sikap khas Swedia, tapi saya masih memegang rekor [pencetak gol terbanyak] bagi tim nasional.”

“Saya memenangi apa yang yang menangkan, [seperti] ketika membela Ajax, Juventus, Inter, Barcelona, Milan, PSG, Manchester United dan sekarang LA Galaxy.”

“Jadi jika Anda tidak bisa meraih kesuksesan secara kolektif, lalu kenapa Anda bisa bermain di tim-tim terbesar di dunia dan meraih kemenangan? Percaya lah, saya tahu caranya meraih kemenangan dan itu rasanya enak.”