12 Transfer Gagal Real Madrid Termasuk Hazard dan Jovic, Satu Mengeluh Diperlakukan Seperti Anjing

Gila Bola – Bahkan klub sebesar Real Madrid pernah melakukan kesalahan transfer bukan satu, bukan dua, tapi 12 kali sepanjang sejarah, termasuk Eden Hazard dan Luka Jovic di dalamnya. Bahkan pernah ada pemain yang mengeluh diperlakukan seperti anjing di Santiago Bernabeu.

Kiper Kiko Casilla

Kiper Kiko Casilla adalah salah satu transfer gagal Real Madrid dalam sekian puluh tahun perjalanan klub raksasa La Liga itu. Ia merupakan jebolan akademi muda Real Madrid pada tahun 2004, namun hanya mewakili tim C dan tim B Los Blancos selama tiga tahun sampai 2007, sebelum pindah ke Espanyol. Berkarir di klub di kota Barcelona itu sampai 2015, ia kemudian kembali ke Real Madrid tapi gagal menggusur Keylor Navas dari posisi penjaga gawang utama. Kini berkarir di Leeds United

Bek kanan Danilo

Pada tahun 2015, Real Madrid mendatangkan bek asal Brasil Danilo. Klub rela membayar 622 Milyar rupiah karena Danilo dipercaya akan menjadi ‘Dani Alves berikutnya’. Dia jarang bermain pada musim pertamanya, dan anehnya setiap kali Danilo turun bertanding, Real Madrid kalah!

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Dalam musim keduanya ia mencetak dua gol bunuh diri, termasuk satu gol bunuh diri yang membuat Real tersingkir dari Copa del Rey saat melawan Celta Vigo. Hebatnya, meskipun performanya buruk, Los Blancos masih bisa menjualnya dengan harga 532 Milyar ke Manchester City dan Danilo gagal lagi di sana. Ia sekarang bermain bagi Juventus.

Bek tengah Jonathan Woodgate

Setiap kali membahas gagal transfer Real Madrid, nama Jonathan Woodgate selalu masuk dalam daftar. Tahun 2004 ia didatangkan dengan harga 261 Milyar dari dari Newcastle United. Woodgate tak pernah dimainkan selama musim pertamanya.

Dia akhirnya melakukan debutnya setahun kemudian melawan Athletic Bilbao. Woodgate melakukan satu gol bunuh diri, selain diusir keluar lapangan karena dua kartu kuning. Pada 2006, Woodgate kembali ke Liga Inggris dengan status pinjaman di Middlesbrough. Kesepakatan itu dibuat permanen setahun kemudian.

Bek tengah Walter Samuel

Pemain Argentina Walter Samuel didatangkan dari Roma pada tahun 2004. Harganya mencapai 427 Milyar. Tapi tidak pernah memberi dampak signifikan bagi Los Blancos. Ia gagal menjadi pemimpin di lini belakang seperti yang diharapkan Real Madrid. Pada Agustus 2005 Walter Samuel dijual ke Inter Milan dengan harga rugi, 273 Milyar.

Bek kiri Theo Hernandez

Theo Hernandez merupakan pemain Perancis yang didatangkan dari Deportivo Alaves pada Juli 2017. Ia membuat tiga kali penampilan bagi Los Blancos di ajang Liga Champions 2017/2018, namun akhirnya dipinjamkan ke Real Sociedad pada Agustus 2018, hanya beberapa bulan setelah membantu Real Madrid memenangkan piala kuping besar untuk ke-13 kalinya.

Gelandang Pedro Leon

Jika Anda mau tahu salah satu pemain yang pernah bertikai dengan Jose Mourinho, inilah dia Pedro Leon. Pemain ini didatangkan pada Juli 2010. Mourinho menghina Pedro Leon dengan mengatakan, kalau pun satu pesawat berisi para pemain Real Madrid jatuh, dan Leon adalah satu-satunya pemain yang hidup, ia tetap tidak akan diturunkan mewakili Los Blancos.

Gelandang Kaka

Kaka merupakan salah satu kegagalan transfer terbesar dalam sejarah Real Madrid. Ia didatangkan pada 2009 dari AC Milan. Meski datang sebagai pemenang Ballon d’Or tahun 2007, tapi operasi lutut pada 2010 menyebabkan pemain Brasil ini tidak pernah kembali ke performa terbaiknya. Ia gagal tampil sesuai harga fantastis 1,1 Trilyun rupiah yang dibayarkan Los Merengues setelah mencetak hanya 29 gol dan memberi 32 assist dalam 120 pertandingan.

Gelandang Nuri Sahin

Nuri Sahin asal Jerman adalah salah satu kegagalan terbesar Real Madrid. Gelandang ini didatangkan tahun 2011 dari Borussia Dortmund. Salah satu alasan kepindahannya, menurut Sahin sendiri, adalah faktor Jose Mourinho. Tapi 13 bulan kemudian, Agustus 2013 ia dipinjamkan ke Liverpool selama semusim. Usai keluar dari Santiago Bernabeu dan Anfield, Nuri Sahin mengatakan dirinya tidak pernah bahagia di Real Madrid maupun Liverpool. Ia kemudian kembali ke Dortmund pada 2013.

Gelandang Eden Hazard

Mungkin terlalu tergesa-gesa untuk mengatakan sekarang, tapi hey ini sudah hampir dua musim berlalu sejak Eden Hazard pindah dari Chelsea dalam kesepakatan senilai 2,6 Trilyun rupiah. Masalah terbesar Hazard adalah kebugarannya – ditambah dengan keluhan tentang berat badannya. Dia juga mengalami banyak cedera. Tapi tetap saja, pemain berusia 30 tahun itu seharusnya sudah mencetak lebih dari sekedar empat gol dalam 36 penampilan sejak datang ke Los Blancos.

Striker Antonio Cassano

Media massa Spanyol tidak pernah bersikap baik kepada bintang Italia Antonio Cassano. Mereka menjulukinya ‘Gordito’, yang bisa diterjemahkan sebagai ‘si kecil gendut’. Dan meskipun itu merupakan panggilan sayang, mantan legenda Roma itu tidak pernah disukai di Madrid.

Cassano pernah bertambah 14 kilogram dalam tujuh bulan setelah ngemil selai Nutella langsung dari toplesnya. Dan ketika pelatih baru Fabio Capello tiba di Madrid, Cassano berselisih dengannya dan kemudian kena skorsing. Dalam dua musim, dia bermain 29 kali dan mencetak empat gol.

Striker Nicolas Anelka

Striker Perancis ini pernah kena skorsing 45 hari setelah menolak ikut sesi latihan, mengklaim bahwa Real Madrid memperlakukannya seperti anjing. Butuh waktu lima bulan baginya untuk mencetak gol pertamanya, itu pun terjadi di ajang Piala Dunia Antarklub melawan Al-Nassr dan Corinthians. Tapi usai skorsingnya habis, ia kemudian mencetak dua gol melawan Bayern Munchen yang membawa Los Blancos menang 3-2 agregat dan lolos ke final Liga Champions, sebelum membantu klub merebut trofi kuping besar untuk kali kedelapan. Hanya satu musim bertahan di Santiago Bernabeu. Datang tahun 1999 dari Arsenal, pergi tahun 2000 ke Paris Saint-Germain.

Striker Luka Jovic

Setelah menjadi bintang di Eintracht Frankfurt di Bundesliga dan Liga Europa, banyak yang yakin bahwa pemain Serbia ini adalah superstar sepak bola berikutnya. Luka Jovic sangat kuat dan cepat, serta memiliki ambisi mencetak gol yang membuat Real membayar 1 Trilyun rupiah lebih untuk jasanya. Tapi dengan Karim Benzema tengah bangkit dari bayang-bayang Cristiano Ronaldo, Jovic menemukan peluangnya di tim utama terbatas. Dan ketika dia bermain, sifat kejam di depan gawang lawan tampaknya telah pergi meninggalkannya. Demikian juga kepercayaan dirinya. Setelah dua gol dalam 32 pertandingan, dia dipinjamkan kembali ke Frankfurt pada Januari 2021.