15 Wonderkid Barcelona yang Ternama di Tahun 2012 di Mana Mereka Sekarang?

Barcelona terkenal memiliki akademi sepak bola terbaik di dunia, di mana banyak pemain papan atas dunia lahir di La Masia sejak bertahun-tahun lalu.

Gilabola.com – Pelatih saat ini, Xavi Hernandez, serta legenda klub seperti Carlos Puyol, Andres Iniesta, Sergio Busquets dan tak ketinggalan, Lionel Messi, datang dari akademi Barca. Kini, sejumlah pemain muda seperi Pablo Gavi, Ansu Fati, Riqui Puig dan Oscar Mingueza juga mengikuti jejak para seniornya tersebut.

Diungkapkan Planet Football, saat FM 2012 dirilis kesuksesan Barca melaju bersama para pemain muda, membuat mereka benar-benar terlihat dipenuhi dengan ‘wondekid’. Saat itu FM Scout memilih 15 pemain muda terbaik Blaugrana, tapi ke mana mereka sekarang?

Beberapa dari ke-15 wonderkid Barcelona itu diketahui ‘naik kelas’, tapi sebagian lainnya menghilang. Berikut ulasannya:

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Pol Balleste
Penjaga gawang yang satu ini pernah disebut-sebut sebagai kiper muda yang menjanjikan, dan akan jadi penerus Victor Valdes. Sayangnya, Balleste menjadi salah satu pemain yang tak pernah berhasil memenuhi harapan klub, hingga ia gagal menjadi andalan Barcelona, ​​dan bermain di klub divisi empat Spanyol, UD Melilla.

Marc Bartra
Jalan terbuka bagi Bartra menuju skuad utama Barca setelah kepergian Carlos Puyol. Ia memulainya dengan menjanjikan, tapi ia harus jalani karir sepak bola yang berliku.

Hingga akhirnya, Bartra pindah ke Borussia Dortmund, di mana ia menjadi salah satu korban cedera saat bus tim menjadi korban serangan bom orang tak dikenal di saat mereka menuju lokasi pertandingan Liga Champions.

Kini, Bartra sudah berusia 30 tahun dan merumput di Real Betis sejak tahun 2018. Namun, dia jalani karir yang mengecewakan di klub itu, hingga tak pernah tunjukkan potensinya.

Saat masih bersama Barcelona, Gareth Bale mendapat pujian setinggi langit karena pemain Wales itu secara efektif ‘mengakhiri karir’ Bartra di Camp Nou, saat ia menghancurkannya di final Copa Del Rey 2014.

Sergi Gomez
Bek tengah lainnya, Sergi Gomez, menjadi pemain 18 tahun yang disegani di FM 2012. Sayangnya, ia justru tak pernah gagal bermain dalam satupun pertandingan liga yang dilakoni Barca

Meski demikian, ia telah berhasil menggembleng dirinya sendiri hingga dapatkan karir gemilang, dengan ikut membawa Sevilla menjadi juara Liga Europa pada tahun 2020. Namun, menjelang musim ini Gomez kembali ke Catalan dan kini membela ​​Espanyol.

Marc Muniesa
Dia bermain sebagai bek tengah di sisi kiri, dan menjadi salah satu pemain yang paling tak beruntung dalam daftar 15 wonderkid Barcelona.

Walaupun menjadi salah satu bek berperingkat tinggi di akademi La Masia, Muniesa alami cedera lutut serius di saat ia hampir saja menerobos ke skuad utama. Akibat cedera itu, Muniesa ‘menghilang’ karena harus absen hampir di sepanjang musim.

Pada tahun 2013, Muniesa secara mengejutkan hengkang ke Stoke City dan bergabung dengan mantan striker Barca, Mark Hughes, sebelum akhirnya kembali ke Catalan dan membela Girona. Kini, pemain Spanyol itu membela klub Qatar, Al-Arabi.

Saat ia pergi dari pantai Barcelona yang bermandikan sinar matahari ke Stoke yang basah dan berangin, banyak orang yang berspekulasi apakah Muniesa menyesali pilihan karirnya.

Martin Montoya
Martin Montoya sempat bermain sebagai cadangan untuk Dani Alves di posisi bek kanan, dan ia tunjukkan bagus untuk sementara waktu, sebelum akhirnya dipinjamkan ke Inter Milan dan Real Betis.

Setelah membela Valencia dan Brighton, Montoya kembali ke Real Betis dan bersaing dengan sesama jebolan La Masia, Hector Bellerin, untuk dapatkan tempat di tim inti.

Sergi Samper
Gelandang tengah ini sempat didaulat sebagai penerus Sergio Busquets, karena kerap sodorkan umpan-umpan matang dan memiliki visi yang luar biasa, hingga banyak klub yang mengaguminya saat ia masih membela tim B.

Sayangnya, ia gagal menerobos skuad utama Barca, dan dipinjamkan ke sejumlah klub, hingga akhirnya memilih pindah ke Jepang di mana pemain yang sekarang sudah berusia 26 tahun itu merumput bersama Andres Iniesta di Vissel Kobe.

Javi Espinosa
Espinosa gagal masuk ke lini tengah Barcelona, ​​dan pindah ke Villarreal dengan status bebas transfer pada tahun 2014. Namun, pemain Spanyol itu terus berjuang, hingga akhirnya ia dipinjamkan ke klub lain dan dilepas secara permanen. Setelah beberapa jadi pemain pinjaman, Espinosa kini bermain di klub Siprus, AEK Larnaca.

Sergi Roberto
Dia menjadi satu-satunya pemain dalam daftar ini yang masih membela Barca. Seperti rekan seusianya, awalnya Roberto juga kesulitan menembus lini tengah terbaik Barca sepanjang masa. Namun, fleksibilitas Roberto di lapangan sangat berguna, hingga akhirnya ia berhasil menemukan jalan untuk menerobos skuad utama dan bermain sebagai bek kanan.

Roberto kini menjadi pemain utama secara reguler, di mana ia sudah turun dalam lebih dari 200 pertandingan di lini tengah maupun sebagai full-back Barca.

Pemain ini diyakini akan dikenang selamanya dalam cerita rakyat Barcelona untuk golnya ke gawang PSG yang membuat Blaugrana La Remontada (comeback) lewat kemenangan 6-1 pada 8 Maret 2017, setelah defisit empat gol di leg pertama babak 16 besar Liga Champions saat itu.

Kiko Femenia
Pemain ini tak pernah tampil di tim senior, dan memilih tinggalkan tim Barcelona B untuk teken kontrak dengan tim Real Madrid B. Dia kemudian menjadi starter di Alaves, sebelum akhirnya pindah ke klub Liga Premier, Watford, di mana dia tetap menjadi pemain reguler.

Thiago Alcantara
Kisah sukses terbesar dari daftar pemain ini, dan Thiago dinilai tinggi di Barcelona. Sayangnya, ketika itu, ​​​​dengan Xavi, Andres Iniesta dan Cesc Fabregas berada di depannya, Thiago sulit mendapatkan tempat di tim inti.

Ia akhirnya memilih pindah ke Bayern Munchen pada tahun 2013, dan ini menjadi pukulan tersendiri bagi Camp Nou. Pasalnya, ia kemudian menjadi pemain penting selama tujuh musim di raksasa Bundesliga tersebut, di mana ia berhasil memenangkan setiap trofi yang diperebutkan, sebelum akhirnya pindah ke Liverpool sebagai seorang superstar tahun lalu.

Diyakini, Barcelona sangat menyesali terkait pemain yang satu ini…

Gerard Deulofeu
Salah satu pemain sayap berperingkat tertinggi di akademi La Masia saat itu, adalah Gerard Deulofeu, yang lakoni jalur karir yang relatif aneh.

Ia lakoni dua periode terpisah karirnya di Barcelona dan dua periode terpisah lainnya di Everton. Deulofeu bahkan kemudian berhasil masuk ke skuad Timnas Spanyol, dan memenangkan empat caps untuk negaranya.

Setelah periode yang cukup sukses di Watford, pemain yang kini berusia 27 tahun itu, menemukan kembali permainan apiknya di klub Serie A, Udinese.

Sayangnya, meskipun ia berhasil mencetak beberapa gol luar biasa untuk klub itu, Udinese tampaknya tak bisa menghindari degradasi musim ini. Tentu saja sangat aneh membayangkan Deulofeu yang pernah menjadi pemain integral dari skuad Barcelona pada tahun 2012, akan lakoni karirnya di kasta kedua.

Isaac Cuenca
Ia menjadi jebolan La Masia lainnya yang berubah menjadi pekerja harian. Cuenca bahkan telah bermain di tujuh klub berbeda setelah ia tinggalkan Barca. Saat ini, Cuenca tengah cedera setelah melewatkan musim lalu di kompetisi papan atas Jepang bersama Vegalta Sendai.

Rafinha Alcantara
Ia merupakan adik Thiago Alcantara, tapi Rafinha memilih untuk membela Brasil dibandingkan Spanyol. Ia jalani karir yang relatif bagus, meskipun kerap dibekap masalah cedera.

Saat ini, Rafinha hanya menghangatkan bangku cadangan PSG. Tapi sebelumnya ia jalani karir yang cukup sukses di Celta Vigo, dan sempat menghabiskan waktu di Inter Milan sebagai pemain pinjaman.

Rafinha dikenal sebagai seorang playmaker berbakat, yang sayangnya, seperti diungkapkan Planet Football, ia hidup di bawah bayang-bayang kakaknya, Thiago.

Bojan Krkic
Ia merupakan salah satu pemain muda berbakat yang terbaik di dunia sepak bola, saat berhasil menerobos skuad utama Barcelona. Bojan bahkan dikenal luas dianggap sebagai penerus Lionel Messi.

Namun, Bojan dihantui cedera di sepanjang karirnya sebagai pesepak bola, hingga gagal menemukan kembali performa terbaiknya, dan harus menerima menjadi pemain buangan yang dipinjamkan ke sejumlah klub di seantero Eropa. Terakhir, Bojan merumput bersama Iniesta di Vissel Kobe.

Jean Marie Dongou
Setelah mencetak satu golnya di ajang Copa Del Rey, Jean Marie Dongou menjadi wonderkid Barca lainnya yang berakhir di hutan belantara.

Meskipun menjadi pemukul dunia di FM 2012, pemain asal Kamerun tersebut membela Veikkausliiga Finlandia saat ini, setelah beberapa tahun merumput di Divisi Segunda Spanyol. Nasibnya, sangat jauh berbeda dari rekan senegaranya, Samuel Eto’o.

AHABET
INDOTOGEL
AHABET
INDOTOGEL
BANDARTOGEL77
TEXASPOKERCC
JAYAPOKER
HKINDO

Gilabola.com menyajikan informasi terkini dengan gaya bahasa ringan yang mudah dipahami dan update terbaru dari kompetisi Eropa dan internasional. Kunjungi juga channel Youtube resmi kami di @gilabolanews dan @gilabolastory

SebelumnyaAaron Ramsdale Tak Sabar Ingin Segera Bermain Melawan Cristiano Ronaldo
SelanjutnyaBarcelona Bayar Penuh Pesangon Ronald Koeman 160 Miliar Sebelum 31 Desember