5 Alasan Erling Haaland Lebih Cocok Untuk Real Madrid Ketimbang Luka Jovic!

5 Alasan Erling Haaland Lebih Cocok Untuk Real Madrid Ketimbang Luka Jovic!

Gila Bola – Kendati didatangkan dengan harga lebih dari 1 Trilyun rupiah dari Eintracht Frankfurt pada musim panas 2019, Luka Jovic masih belum memenuhi harapan hingga musim keduanya di Real Madrid.

Manajer Zinedine Zidane, sosok yang mendatangkannya ke Santiago Bernabeu, masih sulit memberikan kepercayaan pada Luka Jovic, yang hanya menghasilkan 2 gol dan 2 assist dalam 27 penampilan di semua kompetisi musim lalu, meski hampir semua datang dari bangku cadangan.

Kini ada banyak tanda tanya soal masa depan penyerang internasional Serbia di ibukota Spanyol, dan bahkan Borja Mayoral sudah membocorkan dalam konferensi persnya bersama klub barunya AS Roma bahwa bos Prancis sebenarnya ingin bisa menjual bomber 22 tahun di musim panas ini.

Di tengah tanda tanya soal masa depan Luka Jovic, Real Madrid mulai dikaitkan dengan transfer Erling Haaland di akhir musim sebagai suksesor Karim Benzema yang sudah berusia 32 tahun. Dan berikut 5 alasan mengapa penyerang Norwegia itu memang akan menjadi striker yang lebih cocok untuk Los Merengues ketimbang eks tukang gedor Frankfurt.

1. Gairah Bersosial

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Luka Jovic merupakan striker jempolan di Frankfurt, mencetak 36 gol dalam 75 penampilan untuk klub Jerman. Tapi dia bersikap terlalu dingin dan kurang bersahabat. Erling Haaland kebalikan dari itu, dia adalah sosok yang bersemangat menjalin koneksi dengan rekan-rekannya, mudah bersosial, dan itu akan membantunya menciptakan ikatan dengan para penggemar klub, sesuatu yang bahkan tidak selalu dilakukan oleh Karim Benzema.

2. Kecepatan

Erling Haaland bisa dibilang sebagai salah satu pemain tercepat di dunia sepakbola saat ini. Pergerakan awalnya luas biasa dan Los Blancos kehilangan pemain seperti itu di lini serang mereka. Luka Jovic tidak memiliki kecepatan itu dan dengan bomber Norwegia, taktik serangan balik cepat ala Real Madrid bisa lebih mudah dihidupkan.

3. Karakter Pemimpin

Meski baru bergabung dengan klub pada Januari 2020 dan baru berusia 20 tahun, Erling Haaland sudah menunjukkan karakter pemimpin di Borussia Dortmund. Di lapangan dia membuat rekan satu timnya lebih baik dan mampu mengangkat moral rekan-rekannya ketika segalanya tidak berjalan baik. Luka Jovic berbeda, di lapangan dia adalah sosok sekunder dan belum menunjukkan kecenderungan kepemimpinan. Dia tidak memiliki jiwa pemimpin yang alami.

4. Kualitas Tak Diragukan

Di usia yang masih muda, Erling Haaland telah menunjukkan kematangan luar biasa di depan gawang, dan bahkan semakin baik di tiap musimnya. Di musim lalu dia mencetak 16 gol dan 6 assist dari 14 penampilan di Liga Austria, dan dengan cepat beradaptasi ketika pindah ke Dortmund Januari, langsung mencetak 13 gol dan 3 assist dari 15 penampilan di Liga Jerman. Di musim ini, target Manchester United itu juga sudah mencetak 6 gl dari 7 penampilan. Sementara Luka Jovic, dia hanya memiliki satu musim saja yang mengesankan bersama Frankfurt.

5. Jovic Bermasalah di Luar Lapangan

Luka Jovic selain memiliki tahun yang sulit di lapangan, dia juga memiliki terlalu banyak masalah di luar lapangan, seperti melanggar lockdown dan pergi ke Serbia, kemudian pesta barbekyu di tengah pandemi yang jelas dilarang. Akhirnya, dia mengalami cedera aneh saat sedang berlibur. Ini terlalu banyak masalah untuk klub seperti Real Madrid. Dalam hal Erling Haaland, dia minim masalah luar lapangan dan justru lebih fokus dan disibukkan untuk urusan mencetak gol di atas lapangan.