Acara Eden Hazard, Fans Real Madrid Malah Minta Striker Lain

Acara Eden Hazard, Fans Real Madrid Malah Minta Striker Lain

Acara perkenalan Eden Hazard hari Jumat (14/6) belum usai, fans Real Madrid sudah teriak-teriak minta striker lain usia 20 tahun. Siapa?

Mantan striker Chelsea, Eden Hazard, diperkenalkan kepada para pendukung Los Blancos dalam sebuah acara megah yang dihadiri puluhan ribu penonton di Santiago Bernabeu, Jumat (14/6).

Namun sebuah video viral di media sosial, memperlihatkan sikap manja, tidak hormat dan tidak tahu terima kasih fans Real Madrid. Selama acara perkenalan Hazard mereka meneriakkan, “Queremos Mbappe!” berulang-ulang, sesuatu yang bisa diterjemahkan sebagai “Kami mau [Kylian] Mbappe.”

Disebut tidak hormat karena hal itu diteriakkan berulang-ulang menggaung di stadion pada acara perkenalan striker baru Eden Hazard. Bagaimana perasaan sang striker Belgia berusia 28 tahun itu mendengar bukan namanya yang disebut-sebut tapi malah Mbappe asal Prancis. Sikap itu juga bisa disebut sebagai tidak tahu berterima kasih karena tidak menghargai upaya manajemen klub (Zidane dan Perez) untuk mendatangkan Galacticos baru. Lihat videonya.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Real Madrid mendatangkan Hazard dengan susah payah dari Chelsea dan bukan dengan harga yang bagus. The Blues berhasil memaksa Los Blancos membayar harga mahal Rp 2,3 Trilyun untuk seorang pemain yang hanya tersisa satu tahun lagi pada kontraknya di Stamford Bridge.

Kylian Mbappe saat ini berstatus striker PSG meski mengejutkan semua orang setelah memberi sinyal ingin pindah beberapa pekan lalu. Ia mengatakan masa depannya mungkin terletak di luar Parc des Princes.

Laporan ini muncul pertama kalinya di TV Spanyol El Chiringuito. Menurut laporan televisi tersebut, Zinedine Zidane menyimpan rencana ambisius untuk merombak total skuad Los Blancos musim ini guna memperbaiki performa mereka di liga domestik LaLiga dan kembali ke persaingan gelar juara Liga Champions.

Periode kedua Zidane tidak sesukses periode pertama. Ia hanya menang lima kali dari 11 pertandingan pertama di semua kompetisi (LaLiga, Copa del Rey, Liga Champions dan UEFA Super Cup) pada periode kedua. Bandingkanlah dengan delapan kemenangan dari 11 laga pada periode pertama. Dengan statistik seperti itu, Zidane tidak lebih baik dari Julen Lopetegui yang dipecat oleh Real Madrid. Kini sang pelatih Prancis berusaha memperbaiki catatan rekornya, dimulai dengan kedatangan Luka Jovic dan Hazard. Dan mungkin Mbappe.