Gilabola.com – Sejumlah pemain Real Madrid masih memiliki alasan kuat untuk tampil maksimal di beberapa pekan terakhir musim ini.
Kemenangan 1-0 Barcelona atas Celta Vigo pada Kamis dini hari WIB membuat klub asal Catalan kembali unggul sembilan poin dari Los Blancos di klasemen La Liga, dengan hanya enam pertandingan tersisa.
Jika tidak terjadi perubahan besar secara dramatis, gelar juara tampaknya kembali akan jatuh ke tangan Blaugrana untuk musim kedua berturut-turut.
Situasi ini semakin diperburuk karena Madrid juga sudah tersingkir dari Liga Champions. Kondisi tersebut membuat suasana di Santiago Bernabéu menurun, dan peluang mengakhiri musim tanpa trofi untuk pertama kalinya sejak 2021 semakin nyata.
Pelatih Álvaro Arbeloa tetap menegaskan pentingnya menutup musim dengan baik demi para suporter, meski masa depannya di klub tampak tidak pasti.
Walau sisa musim berpotensi berjalan tanpa sorotan besar, masih ada beberapa pemain yang memiliki kepentingan pribadi untuk tampil maksimal.
1. Andriy Lunin
Kiper asal Ukraina ini menegaskan bahwa setiap kesempatan bermain bersama Madrid adalah sebuah kehormatan, seperti yang ia tulis di media sosial setelah kemenangan atas Alavés.
Namun, peluang bermainnya bisa semakin terbatas karena Thibaut Courtois hampir pulih dari cedera.
Pada musim 2023–24, Lunin sempat menjadi sosok penting saat menggantikan Courtois hingga tim meraih gelar Liga Champions. Akan tetapi, performanya musim ini menurun, termasuk saat tim tersingkir di perempat final melawan Bayern Munchen. Ia juga belum mencatatkan satu pun clean sheet dari sembilan laga penuh yang dijalaninya di semua kompetisi.
Persaingan semakin ketat dengan munculnya Javi Navarro dan Fran González. Di usia 27 tahun, Lunin perlu menunjukkan performa solid agar tetap dipercaya.
2. Dani Carvajal
Musim ini hampir pasti menjadi akhir perjalanan Carvajal bersama Madrid. Karier panjangnya yang penuh prestasi, dengan total 27 trofi, berpotensi ditutup dengan cara yang kurang ideal.
Setelah ditunjuk sebagai kapten pada musim panas lalu, bek kanan berusia 34 tahun ini diharapkan menjalani musim perpisahan yang berkesan. Namun, masalah kebugaran setelah cedera ligamen membuat perannya terbatas.
Kini, posisi utama justru dipegang oleh Trent Alexander-Arnold dalam pertandingan penting.
Di sisa musim, Carvajal berusaha mendapatkan menit bermain, apalagi posisinya di tim nasional Spanyol untuk Piala Dunia juga belum aman. Meski sempat mendapat tepuk tangan meriah dalam derby Madrid bulan Maret, kesempatan tampil reguler masih belum pasti.
Pelatih Álvaro Arbeloa bahkan menegaskan bahwa ia hanya fokus pada kebutuhan tim.
3. Trent Alexander-Arnold
Bek kanan asal Inggris ini juga memiliki perhatian terhadap peluang tampil di Piala Dunia mendatang.
Selama ini, ia belum menjadi pilihan utama pelatih Inggris Thomas Tuchel yang lebih sering memilih opsi lain.
Meski waktu semakin sempit untuk membalikkan keadaan, performa impresif dalam beberapa laga terakhir bisa meningkatkan peluangnya. Jika ia mampu tampil menonjol, tekanan publik untuk memasukkannya ke skuad Piala Dunia bisa meningkat drastis.
4. Álvaro Carreras
Posisi bek kiri di Madrid saat ini justru terlalu padat.
Ferland Mendy sering mengalami masalah kebugaran, sementara Fran García lebih sering dianggap sebagai pelapis. Carreras yang didatangkan musim panas lalu sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengamankan posisi utama, terutama setelah tampil menarik bersama Benfica.
Namun, performanya belum konsisten. Dalam beberapa kesempatan, ia terlihat lemah dalam bertahan, termasuk saat menghadapi Michael Olise di Liga Champions.
Kemungkinan besar klub akan mengurangi jumlah pemain di posisi ini pada musim panas nanti. Meski demikian, Carreras tetap perlu menutup musim dengan baik untuk membuktikan kualitasnya.
5. Eduardo Camavinga
Masa depan Camavinga mulai dipertanyakan. Walau peluang bertahan semakin kecil, ia masih bisa menarik minat klub lain menjelang bursa transfer.
Memasuki musim kelima, gelandang asal Prancis ini belum berkembang sesuai ekspektasi sebagai pemain yang mampu mengendalikan permainan. Kesalahan krusial, termasuk kartu merah saat melawan Bayern, semakin memperburuk situasi.
Pelatih juga sempat mengkritiknya karena kehilangan fokus saat menghadapi Mallorca.
Penampilan konsisten di sisa musim bisa membuka peluang bagi klub seperti Chelsea, Manchester United, atau Paris Saint-Germain untuk merekrutnya.
6. Franco Mastantuono
Di usia 18 tahun, Mastantuono berisiko terlupakan.
Awalnya, ia sempat mencuri perhatian saat pertama kali datang dan menunjukkan potensi menjanjikan. Namun, kini ia lebih sering tampil sebagai pemain pengganti dan jarang dipercaya tampil penuh.
Momen terburuknya terjadi saat mendapat kartu merah akibat protes berlebihan kepada wasit dalam laga melawan Getafe. Pelatih pun menegaskan bahwa perilaku seperti itu tidak bisa diterima.
Rencana peminjaman pada musim panas sempat muncul, tetapi ia masih memiliki beberapa kesempatan untuk membuktikan diri sebelum musim berakhir.
7. Kylian Mbappé
Posisi Mbappé di Madrid tidak diragukan, tetapi masih ada hal yang perlu dibuktikan.
Tim belum meraih trofi besar sejak kehadirannya, dan muncul anggapan bahwa permainan tim justru lebih seimbang tanpa dirinya. Bahkan, ia sempat mendapat respons negatif dari suporter meski mencetak gol saat melawan Alavés.
Ia juga perlu menunjukkan kerja sama yang lebih baik dengan Vinicius Junior dan Jude Bellingham. Kombinasi mereka sempat menghasilkan momen bagus saat melawan Bayern, tetapi hal tersebut masih jarang terjadi.
Selain itu, Mbappé juga membidik gelar top skor liga musim ini, bersaing dengan Vedat Muriqi. Jika berhasil, ia akan menjadi pemain pertama sejak Lionel Messi pada 2021 yang meraih penghargaan tersebut dua musim berturut-turut.

