
Real Madrid akhirnya mendapat secercah harapan menjelang laga penting kontra Valencia. Nama Trent Alexander-Arnold kembali mencuat setelah lama menghilang dari lapangan. Namun, di balik kabar comeback itu, muncul satu pertanyaan besar: apakah kehadirannya benar-benar akan menjadi solusi di tengah krisis performa tim?
Sejak terakhir kali tampil pada 2 Desember lalu, bek kanan asal Inggris itu lebih sering berada di ruang perawatan dibandingkan di atas rumput hijau. Cedera demi cedera membuat musim debutnya bersama Madrid jauh dari kata ideal.
Kini, menurut laporan MARCA, Trent berpeluang masuk skuad saat Madrid bertandang ke Stadion Mestalla akhir pekan ini. Waktu kemunculannya terasa sangat krusial, mengingat kondisi Los Blancos yang masih terseok dalam perburuan gelar.
Musim Debut yang Terganggu Cedera
Kedatangan Trent pada musim panas lalu sempat memunculkan ekspektasi besar. Ia diharapkan menjadi solusi di sektor kanan pertahanan sekaligus menambah kreativitas serangan.
Namun, harapan itu belum sepenuhnya terwujud.
Sepanjang musim ini, Trent baru mencatatkan 16 penampilan bersama Real Madrid. Lima di antaranya terjadi saat ajang Piala Dunia Antarklub musim panas lalu. Setelah itu, ia lebih sering absen karena masalah kebugaran.
Cedera hamstring menjadi gangguan terakhir yang membuatnya menepi selama hampir dua bulan. Situasi tersebut membuat Madrid kehilangan salah satu pemain pentingnya di momen-momen krusial.
Total, Trent telah melewatkan 23 dari 34 pertandingan yang dijalani Madrid musim ini. Angka itu mencerminkan betapa terbatasnya kontribusi sang pemain sejauh ini, bukan karena kualitas, melainkan kondisi fisik.
Peluang Tampil Lawan Valencia Masih Tipis
Meski sudah kembali berlatih, Madrid tidak ingin mengambil risiko besar. Tim pelatih memilih bersikap sangat hati-hati agar Trent tidak kembali mengalami cedera.
Kemungkinan besar, pelatih Álvaro Arbeloa belum akan langsung menurunkannya sebagai starter saat menghadapi Valencia di Liga Spanyol.
Sebagai gantinya, Federico Valverde kembali diproyeksikan mengisi posisi bek kanan, peran yang sudah sering ia jalani dalam satu setengah musim terakhir.
Keputusan memainkan Trent atau tidak akan sangat bergantung pada jalannya pertandingan.
Jika Madrid unggul jauh, kecil kemungkinan ia diturunkan. Arbeloa bisa saja memilih menyimpannya di bangku cadangan demi menjaga kondisinya.
Namun, jika tim kesulitan mencetak gol, Trent berpeluang masuk sebagai pemain pengganti. Umpan-umpan akurat, visi bermain, dan kemampuannya dalam situasi bola mati bisa menjadi pembeda di menit-menit akhir.
Ia juga mampu bermain lebih ke tengah, memberikan variasi serangan yang selama ini kerap dianggap monoton.
Harapan Gelar Bergantung pada Kebugarannya
Masalah Madrid musim ini sebenarnya bukan hal baru. Situasi yang mereka alami sangat mirip dengan musim 2024/2025.
Tim kesulitan mengontrol tempo permainan, lini belakang kerap dilanda cedera, dan terlalu bergantung pada Kylian Mbappé untuk mencetak gol.
Kehadiran Trent sejatinya ditujukan untuk mengatasi dua persoalan terakhir: pertahanan dan kreativitas serangan. Namun, absennya yang berkepanjangan justru memperparah keadaan, apalagi Dani Carvajal juga mengalami masalah serupa.
Akibatnya, Madrid kembali kekurangan bek kanan murni dalam waktu lama. Kondisi ini jelas tidak ideal bagi tim yang menargetkan gelar di semua kompetisi.
Musim ini, Madrid sudah tersingkir dari Copa del Rey dan kalah di final Piala Super Spanyol. Kini, hanya tersisa dua peluang meraih trofi: La Liga dan Liga Champions.
Di La Liga, peluang masih terbuka. Madrid hanya tertinggal satu poin dari Barcelona. Namun, performa mereka belum cukup stabil untuk terus meraih kemenangan secara konsisten.
Suntikan Energi Baru bagi Permainan Madrid
Jika mampu kembali ke kondisi terbaiknya, Trent bisa menjadi tambahan besar bagi skuad Arbeloa.
Bukan hanya memperkuat pertahanan, ia juga memberi dimensi baru dalam menyerang. Kemampuannya mengirim umpan panjang, membuka ruang, dan mengeksekusi bola mati dapat membantu Madrid membongkar pertahanan rapat lawan.
Selama ini, Madrid sering kesulitan menghadapi tim yang bermain bertahan. Kreativitas dari sisi kanan kerap mandek, membuat serangan mudah ditebak.
Kehadiran Trent berpotensi mengubah pola tersebut. Ia bisa menjadi penghubung antara lini tengah dan depan, sekaligus memberi variasi yang sangat dibutuhkan.
Bagi Madrid, kembalinya Trent bukan sekadar soal satu pemain yang pulih dari cedera. Ini tentang harapan baru di tengah musim yang penuh tekanan.
Jika ia mampu menjaga kebugarannya hingga akhir musim, peluang Los Blancos untuk bangkit dan bersaing di level tertinggi akan semakin terbuka.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!