Gilabola.com – Musim ini menjadi salah satu yang paling menantang bagi pelatih kepala Real Madrid, Carlo Ancelotti. Dari badai cedera pemain hingga padatnya jadwal kompetisi, sang pelatih harus terus memutar otak demi menjaga asa klub di jalur perebutan trofi.
Meskipun tekanan datang dari berbagai arah, Ancelotti masih berhasil membawa Real Madrid bersaing di tiga kompetisi besar: La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Tapi di balik pencapaian itu, tak sedikit kritik yang ditujukan kepadanya.
Beberapa pihak menilai bahwa Ancelotti terlalu enggan melakukan rotasi dalam tim. Menurut laporan dari Mundo Deportivo, ada pendapat bahwa dia terlalu bergantung pada nama-nama tertentu dan kurang memberi kesempatan pada pemain muda seperti Arda Güler atau Endrick.
Sementara itu, pemain seperti Lucas Vazquez masih terus dimainkan meskipun performanya kerap dipertanyakan, terutama di posisi bek kanan. Kritikus menilai bahwa keengganan Ancelotti untuk mengubah taktik atau formasi secara signifikan telah membuat Real Madrid kurang berkembang secara permainan bola.
Namun di sisi lain, Ancelotti justru dinilai tetap tenang dalam menghadapi musim yang penuh tekanan ini. Dia terlihat tetap profesional meskipun harus bekerja dengan skuad yang terbatas.
Salah satu tantangan besar yang dihadapi Ancelotti adalah tidak adanya pemain tambahan selama bursa transfer Januari. Real Madrid tidak mendatangkan satu pun pemain baru untuk memperkuat tim, sehingga Ancelotti harus terus mengandalkan pemain yang sudah ada sejak musim panas lalu.
Meski tidak diketahui apakah Ancelotti sempat menyampaikan kekhawatiran secara internal kepada manajemen klub, secara terbuka dia menerima keputusan tersebut dan memilih tetap fokus pada tugasnya.
Masalah Penjaga Gawang
Masalah semakin rumit menjelang laga kontra Valencia. Dua penjaga gawang utama, Thibaut Courtois dan Andriy Lunin, sama-sama mengalami cedera. Courtois masih bermasalah dengan lututnya dan sudah absen di dua pertandingan terakhir, sementara Lunin mengalami cedera otot betis ringan.
Dengan absennya dua kiper utama tersebut, Real Madrid kemungkinan besar akan menurunkan Fran Gonzalez, kiper muda berusia 19 tahun, untuk melakukan debut seniornya.
Gonzalez adalah kiper utama tim cadangan yang dilatih oleh Raul dan masuk daftar kiper ketiga untuk skuad utama dalam ajang La Liga maupun Copa del Rey. Sejak direkrut pada 2022, dia mendapat banyak pujian karena refleks tajam dan kemampuannya menghadapi bola-bola udara.
Namun, kekurangannya masih terlihat dalam hal kemampuan bermain dengan kaki—sesuatu yang cukup krusial dalam sepak bola modern. Meskipun begitu, pelatih kiper Luis Llopis disebut-sebut sangat percaya dengan potensi sang pemain muda.
Keputusan besar harus diambil dengan cepat, apalagi mengingat Real Madrid juga akan segera menghadapi laga penting melawan Arsenal. Jika Courtois dan Lunin belum bisa kembali, maka debut Fran Gonzalez di laga kontra Valencia bisa menjadi momen yang mengubah arah kariernya di dunia sepak bola.