Alaves Konfirmasi 15 Personilnya Terkena Coronavirus, Valladolid Tolak Tes

Alaves Konfirmasi 15 Personilnya Terkena Coronavirus, Valladolid Tolak Tes

Gilabola.com – Alaves mengonfirmasikan 15 pemain dan staf pelatihnya positif coronavirus. Sementara, Real Valladolid menolak tes meskipun wabah ini terus merebak di Spanyol.

Berita itu muncul setelah klub asal Basque tersebut mengungkapkan pada akhir pekan lalu bahwa dua anggota staf pelatih mereka positif terkena virus mematikan tersebut. Tak satupun dari mereka yang terkena dampak, telah menunjukkan gejala-gejala terserang penyakit. Demikian ungkap klub tersebut, Rabu (18/3) waktu setempat.

“Ada 15 kasus positif, tiga di antaranya dari skuad tim utama dan tujuh anggota tim pelatih,” demikian pernyataan resmi, seperti dilansir Sky Sports.

“Tak ada satupun dari anggota Kirolbet Baskonia (tim bola basket klub tersebut) yang dinyatakan positif dalam tes tersebut. Tapi, lima pegawai klub positif,” lanjut pernyataan tersebut.

Advertisement
NelayanBet
NelayanBet
Mimpi 4D
Mimpi 4D

“Klub telah mengambil keputusan untuk lakukan tes sesuai dengan kebijakan dan tanggung jawab kami terhadap orang-orang yang menjadi bagian dari keluarga kami. Hasilnya menunjukkan, itulah cara terbaik dan tercepat untuk menemukan kasusnya dan lakukan tindakan pencegahan yang diperlukan. Sehingga dengan cara apapun, kami bisa membantu menghentikan penyebarannya,” demikian ungkap Alaves.

Klub yang bertengger di posisi 14 klasemen sementara La Liga itu juga menyatakan, ke-15 personilnya yang dinyatakan positif coronavirus sama sekali tidak menunjukkan gejala sakit apapun. “Mereka tidak tunjukkan gejala apapun dan terlihat baik-baik saja”.

Menyikapi merebaknya coronavirus, Real Valladolid justru lakukan tindakan berbeda. Mereka menolak lakukan tes coronavirus terhadap skuad, staf pelatih dan para pegawai kantornya. Kabarnya, ini dilakukan Valladolid dengan alasan etika dan medis.

Sejauh ini, Spanyol menjadi negara kedua di Eropa yang paling terkena dampak virus coronavirus setelah Italia, dengan 558 kematian dikonfirmasi dan hampir 14 ribu kasus, menurut data per Rabu sore waktu setempat. Saat ini, Spanyol pun menjadi salah satu negara yang terkunci.

Warga hanya diperbolehkan meninggalkan rumah mereka untuk kegiatan yang teramat penting, seperti pergi ke supermarket atau membeli obat.

Meskipun orang tua dan orang-orang yang dalam kondisi kesehatan lain dianggap berisiko tinggi, La Liga menawarkan tes kepada klub-klub yang ingin lakukan tes terhadap penghuni mereka. Namun, tawaran itu ditolak Valladolid.

“Tidak ada pemain yang menunjukkan gejala apapun, dan kami percaya ada orang-orang di luar sana yang jauh kurang mampu dibandingkan kami, yang membutuhkannya jauh lebih banyak daripada kita. Orang-orang itulah yang harus mendapat prioritas (untuk lakukan tes),” demikian pernyataan resmi Valladolid.

Langkah Valladolid ini datang setelah Presiden Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF), Luis Rubiales, mengkritik klub karena lakukan tes coronavirus terhadap para pemainnya. “Mengetahui kehidupan banyak orang dipertaruhkan, tampaknya tidak pas bagi saya untuk lakukan tes kepada para pemain ketika ada orang yang membutuhkannya,” ujar Rubiales.

Apalagi, hasil untuk pemain adalah sama, jika mereka positif dan tak menunjukkan gejala yang parah, maka mereka akan dikurung di rumah. Meskipun tim-tim yang akhirnya ketahuan ada anggotanya yang terjangkit, seperti halnya Alaves, bisa langsung lakukan karantina untuk membantu hentikan penyebaran virus tersebut.