Analisis Strategi Hansi Flick Buat Barcelona Tampil Superior Lawan Los Blancos

Gilabola.com – Harapan Real Madrid untuk terus menjaga peluang juara akhirnya benar-benar pecah di Camp Nou. El Clasico kali ini seperti jadi penegasan bahwa Barcelona memang berada di level berbeda, sementara Madrid terlihat sudah kehabisan tenaga bahkan sebelum laga dimulai.

Barcelona tampil agresif sejak kickoff. Sentuhan mereka di area sepertiga akhir lapangan terus meningkat dan tekanan itu langsung membuahkan hasil lewat dua gol cepat dalam 20 menit pertama.

Madrid sempat mencoba bangkit sebelum turun minum. Mereka perlahan memangkas jarak dominasi Barcelona dan bahkan sempat membuat pertandingan kembali seimbang. Namun selepas jeda, Blaugrana kembali tancap gas dan membuat Real Madrid kesulitan keluar dari tekanan.

Sampai laga berakhir, jarak performa kedua tim justru semakin terlihat lebar.

Salah satu pemain yang paling menonjol adalah Trent Alexander-Arnold. Bermain dari lini belakang, ia mencatatkan 16 progressive passes, lebih dari dua kali lipat pemain lain di lapangan. Tidak hanya itu, Trent juga membukukan xT gain tertinggi di pertandingan ini.

López juga tampil impresif dalam urusan progressive carries. Namanya bahkan unggul dibanding Raphinha dan Pedri yang sama-sama aktif mengacak-acak permainan Madrid.

Pedri sendiri tampil luar biasa di lini tengah. Selain mencatat akurasi long ball 100 persen, ia juga menjadi salah satu pemain dengan recovery bola terbanyak, yakni tujuh kali.

Di lini depan, Marcus Rashford benar-benar sibuk meneror pertahanan Madrid. Ia membukukan 33 sentuhan di area final third, tertinggi dibanding pemain lain di pertandingan tersebut.

Sementara itu Brahim Diaz jadi salah satu sedikit pemain Madrid yang mampu memberi perlawanan. Ia sukses menyelesaikan enam take-ons ketika pemain lain bahkan tak mampu mencatat lebih dari satu. Brahim juga mencatat akurasi umpan sempurna sepanjang pertandingan.

Gerard Martin juga layak mendapat sorotan. Ia menjadi pemain dengan jumlah sentuhan terbanyak di lapangan, memperlihatkan bagaimana dominasi Barcelona terjadi hampir di semua area permainan.

Di kubu Madrid, Eduardo Camavinga sempat menandingi agresivitas gelandang Barca lewat kemampuan carrying bola. Aurelien Tchouameni juga memenangi empat duel udara, paling banyak dibanding pemain lain.

Antonio Rudiger cukup solid saat distribusi long ball, namun performa individu seperti itu terasa tercecer dan tak cukup membantu Madrid keluar dari tekanan.

Hansi Flick menempatkan pemain Barcelona di mana-mana. Itu yang membuat Real Madrid terlihat benar-benar kewalahan sepanjang pertandingan.

Ikuti Gilabola.com di Google News