Ansu Fati Ditolak Jadi Man of The Match di Barcelona vs Villarreal

Ansu Fati Ditolak Jadi Man of The Match di Barcelona vs Villarreal

Gila Bola – Ansu Fati ditolak Man of the Match walau tampil gemilang di laga Barcelona kontra Villarreal, gegara usianya yang masih 17 tahun.

Ini menjadi awal karir yang gemilang bagi Ronald Koeman sebagai pelatih Barca, setelah timnya menang 4-0 atas Villarreal di laga perdana musim ini, Minggu malam waktu setempat atau Senin (28/9) dinihari WIB.

Laga kontra Villarreal itu juga menjadi pertandingan kompetitif pertama sejak mereka dipermalukan Bayern Munchen, 2-8, di perempat-final Liga Champions bulan lalu. Skor itu diklaim sebagai hasil terburuk dalam sejarah Barcelona, hingga hasil kontra Villarreal dinihari tadi seakan menjadi obat manjur untuk Lionel Messi dan kawan-kawan melupakan kekalahan tersebut.

Messi yang tak merahasiakan keinginannya untuk tinggalkan Barca di akhir musim lalu, tampil sebagai starter di lini depan, sementara Ansu Fati, Philippe Coutinho dan Antoine Griezmann bermain tepat di belakangnya.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Namun, Ansu-lah yang berhasil mencuri perhatian dalam laga itu, di mana ia mencetak dua gol pertama di ajang liga di awal era kepelatihan Koeman, sebelum memenangkan hadiah penalti yang sukses dieksekusi Messi, dan seluruhnya terjadi sebelum babak pertama usai.

Bocah kelahiran Guinea-Bissau berusia 17 tahun, yang telah berhasil memecahkan sejumlah rekor dalam debutnya bersama skuad utama musim lalu, berhasil menyelesaikan sodoran cut-back dari Jordi Alba saat ia bukukan gol pertamanya di menit ke-14 laga tersebut.

Empat menit kemudian, Ansu Fati kembali mencetak gol. Dengan tenang, ia berhasil menyelesaikan umpan Coutinho yang tak mampu dibendung kiper Villarreal, Sergio Asenjo, dan membawa Barca unggul 2-0.

Pemain internasional Spanyol itu kemudian memenangkan penalti, yang berhasil dimanfaatkan Messi dengan baik dan Barcelona kembali unggul, 3-0, di menit ke-35. Barca pun menutup laga itu dengan skor 4-0, setelah Pau Torres mencetak gol bunuh diri dengan mengirim umpan silang Messi ke gawangnya sendiri di menit-menit akhir babak pertama.

Walau harus diakui ada kontribusi Messi dalam kemenangan ini, tak perlu diragukan lagi siapa yang menjadi bintang.  Ansu, yang akhirnya digantikan Ousmane Dembele di babak kedua, memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang megabintang di dunia sepak bola.

Karena alasan yang agak ‘gila’

Tapi, walau dia tampil gemilang di laga melawan Villarreal, pemain remaja yang penuh sensasi itu harus melewatkan penghargaan Man of the Match, atau ‘King of the Match’ – demikian istilahnya di Spanyol, karena ALASAN YANG AGAK GILA, demikian ungkap Get Spanish Football News, seperti yang dilansir Give Me Sport.

Penghargaan ‘King of the Match’ di laga Barcelona kontra Villarreal pun akhirnya diberiyakan kepada Jordi Alba, karena penghargaan itu disponsori sebuah perusahaan bir, Budweiser. Sementara Ansu Fati yang baru akan berusia 18 tahun pada akhir Oktober 2020, belum cukup umur untuk mengonsumsi minuman beralkohol.

Ini berarti Ansu tak bisa terpilih untuk dapatkan penghargaan King of the Match, dan panitia pertandingan malah menyerahkannya pada Alba. Meskipun, tentu saja, Ansu masih memiliki banyak kesempatan untuk merebut penghargaan tersebut di masa datang.

Hal serupa juga pernah dialami Christian Pulisic saat dia masih membela Borussia Dortmund pada tahun 2018. Saat ia dinobatkan sebagai Man of the Match usai mencetak dua gol ke gawang Liverpool, pemain internasional Amerika Serikat itu ditolak, karena penghargaan itu disponsori Heineken. Saat itu ia masih berusia 20 tahun, sementara usia legal untuk minum alkohol di Amerika Serikat adalah 21 tahun.