Ansu Fati Ternyata Punya Masa Kecil Mengenaskan

Ansu Fati Ternyata Punya Masa Kecil Mengenaskan

Gilabola.com – Ansu Fati ternyata punya masa kecil mengenaskan. Bintang muda klub Liga Spanyol Barcelona itu melalui perjuangan yang luar biasa.

Fati telah melakukan perjalanan panjang dari lapangan jelek Guinea-Bissau, di mana ia biasa bermain bola sebagai bocah cilik miskin, ke kandang Barcelona Camp Nou di mana sang pemain berusia 16 tahun bertanding dengan banyak bintang ternama. Sang pemain kini mencuri perhatian banyak pihak atas talentanya.

Fati dilaporkan Daily Nation baru berusia 7 tahun saat datang ke Spanyol dan masuk ke Akademi Barca La Masia di usia 10 tahun. Hal itu menjadi pencapaian luar biasa dari seorang bocah asal negara miskin di Afrika Barat yang pernah asing dengan yang namanya sepakbola.

Di Sao Paulo, di wilayah tempat ia tinggal, anak-anak jadi sering berteriak, “Ansu Fati, pemain Barca!” selagi berlarian di tanah berdebu. Malam Romisio, yang pernah melatih Fati saat masih bocah, berkata kepada AFP betapa Fati sering main bola dengan kaos kaki atau sendal plastik saja.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Meski main dengan sendal, namun dirinya sanggup menggiring bola dengan mudah mengalahkan pemain lawan yang lebih besar dan kuat. “Kalau dia bisa terus seperti sekarang, dia pasti akan menjadi pemain yang hebat,” ujarnya.

Ansu Fati bisa kerjasama tim sejak kecil

Di Guinea Bissau, yang merupakan salah satu negara termiskin di dunia yang tak aman dari aksi kekerasan, Fati menjadi simbol kebanggaan mereka. Lahir 31 Oktober 2002, dia tinggal di Bissau hingga usia 7 tahun.

Paman Fati, Djibi Fati, masih mengingat masa kecil sang pemain yang kerap diejek karena kesukaan dirinya pada roti dan mentega. “Setiap kali dia datang setelah main bola, dia pasti minta roti dan mentega,” kenang Djibi.

Bori Fati, Ayahnya, pergi ke Portugal untuk mencari kerja, kemudian tinggal di dekat Seville Spanyol. Bori mengumpulkan zaitun, gelas-gelas kosong di klub malam dan membangun rel kereta. Ia kemudian menjadi supir pribadi seorang Mayor Komunis Marinaleda di tahun 2009.

Bori lantas mengirim anaknya ke sekolah bola Peloteros yang gratis. Saat Fati datang, ia langsung poluler. “Dia punya berkah luar biasa. Jarang menemukan pemain cilik yang bisa bekerjasama dengan rekan satu timnya. Dia punya kemampuan teknik dan taktis juga.”